PONTIANAK –
**Borneonews - Kapuas Hulu**, Para petani karet di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menunjukkan kembali semangat mereka dalam budidaya karet. Hal ini terjadi seiring dengan perbaikan harga karet yang sebelumnya mengalami penurunan drastis selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, harga karet di tingkat petani berada dalam kisaran Rp9.500 hingga Rp10.000 per kilogram. Salah satu pembeli karet, Yakobus Sangkudan, yang beroperasi di Putussibau, menyampaikan bahwa masyarakat kini kembali aktif menggeluti komoditas karet. Menurutnya, harga yang membaik membuat petani merasa optimis setelah mengalami masa-masa sulit akibat harga yang anjlok sebelumnya. Dalam sebulan, ia menampung sekitar 20 ton karet dari petani di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan. Meskipun harga karet yang mulai membaik, Sangkudan mencatat bahwa stabilitas harga masih menjadi permasalahan. Saat ini, harga karet di petani berkisar antara Rp9.500 hingga Rp10.000 per kilogram, sedangkan di pabrik di Pontianak, harga mencapai sekitar Rp11.500 per kilogram. Sangkudan menambahkan bahwa sebelumnya harga karet pernah terjun bebas ke angka Rp4.000 hingga Rp6.000. Banyak petani yang memilih untuk menebang kebun karet mereka dan beralih ke komoditas lain seperti tanaman *kratom*. Namun, saat ini, beberapa di antaranya kembali menaruh harapan pada budidaya karet. Sangkudan berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang dapat menghidupkan kembali komoditas karet sebagai sumber penghasilan masyarakat. Ia percaya bahwa potensi karet di wilayah Kapuas Hulu cukup menjanjikan dan merupakan sumber pendapatan yang sudah berlangsung lama bagi masyarakat setempat. Di sisi lain, seorang petani karet bernama Djulaiha juga menekankan peran penting karet dalam perekonomian keluarganya. Meskipun harga karet sempat jatuh, kebun karet yang dimiliki tetap terawat. Ia menyebutkan bahwa karet telah menjadi penopang pendapatan keluarga, yang memungkinkan mereka untuk menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi. Kini dengan meningkatnya harga karet, Djulaiha merasa terdorong untuk kembali mengelola kebun karet guna memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Terkait isu potensi karet ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu belum dapat memberikan keterangan resmi mengenai langkah-langkah yang diambil untuk mengembalikan kejayaan komoditi karet di tengah masyarakat. ANTARA