**Borneonews - Denpasar**, Angkasa Pura Supports (APS) melakukan pembukaan lowongan kerja baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai di tengah berlangsungnya aksi mogok yang dilaksanakan oleh serikat pekerja mereka. Meskipun pihak perusahaan belum memberikan keterangan lebih lanjut tentang rekrutmen ini, Djoko Setyo Pembudi selaku Branch Manager APS Denpasar menyatakan bahwa manajemen telah mengambil langkah-langkah terkait peristiwa mogok kerja tersebut.
Djoko menjelaskan bahwa manajemen APS telah melakukan antisipasi serta mitigasi untuk menjaga agar operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat berjalan normal dan tetap melayani para pengguna bandara dengan baik. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di Denpasar, Djoko menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan kelancaran sejumlah layanan di bandara.
APS mengumumkan bahwa mereka membuka lowongan untuk posisi *aviation security* dan *aviobridge*, yang saat ini didominasi oleh pegawai yang terlibat dalam aksi mogok. Pengumuman rekrutmen ini berlangsung dengan cepat, dengan batas akhir pengumpulan berkas persyaratan ditetapkan pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Menariknya, pengumuman lowongan kerja ini tepat terjadi pada hari pertama aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan pegawai pada hari Senin (19/8) kemarin, yang direncanakan berlangsung selama tiga hari. Djoko mengatakan, dalam situasi mogok ini, APS telah berkoordinasi dengan seluruh *stakeholder* terkait untuk memastikan bahwa layanan operasional tetap berjalan dengan baik di setiap pos layanan.
Namun, Ketua Umum Serikat Pekerja Mandiri (SPM) APS, Made Dodik Satriawan, yang ikut serta dalam aksi tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap perusahaan. Dodik sangat menyayangkan keberadaan lowongan kerja yang dibuka oleh manajemen saat karyawan sedang berjuang menuntut hak mereka. Ia menekankan bahwa hingga saat ini, pihak perusahaan tidak memberikan respon terhadap tuntutan mereka, melainkan justru merespons dengan penawaran lowongan kerja dan tindakan yang dianggap sebagai intimidasi.
Serikat pekerja menilai bahwa rekrutmen yang dilakukan secara mendadak dan dalam waktu singkat ini merupakan langkah yang tidak etis, terlebih di tengah masalah yang dihadapi perusahaan. Kondisi lalu lintas penumpang yang meningkat di bandara, diakui oleh Dodik, menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.
Dodik juga mencatat bahwa dalam beberapa jam tertentu terjadi lonjakan jumlah penumpang sehingga menyebabkan keterlambatan layanan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah pegawai sebanyak 250 orang setiap shift, yang hanya dapat diatasi oleh pegawai organik yang tidak sepenuhnya terlatih dalam berbagai ranah kerja.
Meskipun demikian, serikat pekerja yang aktif dalam aksi ini menyatakan akan meneruskan mogok kerja hingga besok dan mengharapkan untuk kembali bekerja setelah pemogokan. Salah satu tuntutan utama mereka adalah penghapusan istilah "project" dalam Surat Keputusan Pegawai Tetap Project, yang dianggap menciptakan status pegawai yang tidak jelas serta berdampak pada kesejahteraan yang seharusnya mereka terima.
ANTARA
Lowongan Kerja Baru di Bandara Ngurah Rai di Tengah Mogok Kerja
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Komentar (0)
Memuat komentar…







