**Borneonews - Batam**, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, yang berada di Provinsi Kepulauan Riau, telah meluncurkan layanan konsultasi digital yang dinamakan *Sultan*. Inovasi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat dalam melakukan konsultasi terkait perizinan.
Kepala DPMPTSP Kota Batam, Reza Khadafi, menjelaskan bahwa melalui layanan ini, masyarakat dapat melaksanakan konsultasi mengenai perizinan secara online, baik melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Hal ini mempermudah warga yang tidak dapat mendatangi kantor atau mal pelayanan publik secara langsung.
Reza menekankan bahwa layanan ini tidak hanya untuk menyederhanakan proses perizinan, tetapi juga untuk mengurangi masalah yang sering muncul dalam pertemuan secara tatap muka. "Ini adalah upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan perizinan," ucapnya.
Beliau juga memahami bahwa banyak warga yang kesulitan mengurus administrasi dalam jam kerja normal. Sebagai solusi, DPMPTSP akan memperpanjang waktu pelayanan dengan menambah operasional pada hari Sabtu. "Mulai sekarang, layanan kami akan tersedia pada hari Sabtu, dalam kerjasama dengan BP Batam untuk memberikan pelayanan setengah hari," tuturnya.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya masukan dari para pekerja yang harus mengorbankan waktu kerja mereka untuk mengurus urusan administrasi. Reza berharap, melalui berbagai langkah ini, DPMPTSP dapat mempermudah masyarakat dalam proses perizinan dan sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di Kota Batam.
Saat ini, DPMPTSP Batam bekerja sama dengan 18 instansi lainnya di luar pemerintah kota dalam upaya pelayanan perizinan. "Di antara instansi tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, serta beberapa dinas lain menjadi yang paling banyak dicari oleh masyarakat," ungkap Reza.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, DPMPTSP Batam menetapkan target investasi sebesar Rp28 triliun untuk tahun ini dari Provinsi Kepulauan Riau. Pada triwulan pertama, realisasi investasi telah mencapai 25 persen dari target yang ditetapkan.
Reza optimis bahwa target ini akan tercapai hingga akhir tahun, didorong oleh kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berkontribusi sebesar 7,8 persen. "Sebagian besar sisa capaian investasi didominasi oleh sektor bisnis, properti, dan alat-alat elektronik," tambahnya.
ANTARA
Layanan Konsultasi Digital "Sultan" Penuhi Kebutuhan Masyarakat Batam
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







