JAMBI –
**Borneonews - Jambi**, Jumlah penumpang yang menggunakan layanan Bandara Sultan Thaha di Jambi telah mencapai angka signifikan, yakni 641.713 orang selama periode dari Januari sampai dengan pertengahan Agustus 2024. Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Siswanto, menyampaikan, rata-rata kedatangan penumpang per bulan mencatatkan angka 71.301 orang. Dari total tersebut, sebanyak 320.859 orang merupakan penumpang yang tiba dari luar daerah, sementara 320.854 orang adalah penumpang yang berangkat menuju tujuan lainnya. "Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keberangkatan dan kedatangan penumpang di bandara ini berada dalam keseimbangan," ungkapnya. Sebagian besar dari jumlah penumpang yang terdaftar adalah mereka yang melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah. Siswanto mencatat bahwa hingga saat ini, sebanyak 11 ribu orang pelaksana ibadah umrah asal Jambi telah terbang melalui Bandara Sultan Thaha. Ke depan, rencana pembukaan rute baru, seperti jalur Jambi - Kualanamu dan Jambi - Yogyakarta, diharapkan dapat lebih meningkatkan angka penumpang. "Kami berharap rute baru ini dapat merealisasikan kehadiran Kualanamu dan Jogja tahun ini, serta turut mendorong lonjakan jumlah penumpang pada momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025," tambah Siswanto. Sebutannya sepanjang 2024, Bandara Jambi menargetkan total jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang. Namun, mengingat hingga saat ini jumlah penumpang baru mencapai sekitar 600 ribuan, berharap bahwa berbagai perayaan dan hari besar yang akan datang dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan volume penumpang pesawat. Pihak manajemen bandara terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar proses pembukaan rute-rute baru di Jambi. Beberapa waktu yang lalu, ada rencana untuk membuka rute ke Palembang, Kerinci, dan Padang. Namun, rencana tersebut masih menghadapi beberapa kendala, di antaranya adalah tingginya biaya operasional. "Pesawat tipe ATR kini terbilang mahal, di mana biaya operasionalnya sebanding dengan pesawat jet, sedangkan penumpangnya relatif sedikit. Di sisi lain, masyarakat umumnya menginginkan harga tiket yang lebih terjangkau," jelas Siswanto, memberikan gambaran tantangan yang dihadapi pihaknya dalam mewujudkan pengembangan rute layanan penerbangan tersebut. ANTARA