JAKARTA –
**Borneonews - Moskow** Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menggarisbawahi keyakinannya bahwa calon presidennya, Kamala Harris, tidak akan pernah tunduk kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, jika mereka berhasil memenangkan pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di hadapan peserta Konvensi Partai Demokrat di Chicago baru-baru ini, Biden menekankan perbedaan antara kepemimpinannya dan kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump. Ia mengklaim bahwa Trump menunjukkan ketundukan kepada Putin, sementara ia sendiri dan Harris tidak akan melakukan hal serupa. "Saya tidak pernah tunduk kepada Putin, dan saya bersumpah kepada Anda bahwa Kamala Harris juga tidak akan tunduk," ujar Biden dengan tegas. Biden juga membanggakan pencapaian pemerintahannya yang berhasil menggalang persatuan di antara negara-negara Eropa dan mempersempit kesenjangan teknologi yang ada dengan China. Hal ini ia anggap penting dalam konteks kebijakan luar negeri yang lebih kuat dan berwibawa. Pada bulan Juli yang lalu, Biden mengumumkan bahwa ia akan mundur dari pencalonannya di Pilpres 2024 demi kepentingan terbaik Partai Demokrat serta bangsa Amerika Serikat. Sebagai langkah selanjutnya, ia memberikan dukungan penuh kepada Harris sebagai calon presiden untuk partai tersebut, yang mana telah diterima dengan baik oleh Harris. Konvensi Nasional Demokrat diselenggarakan di Chicago dari tanggal 19 hingga 22 Agustus, di mana para delegasi akan secara resmi menetapkan calon mereka dalam menghadapi Trump pada pemilihan presiden yang direncanakan berlangsung pada 5 November 2024. Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat posisi Partai Demokrat dan memberikan arahan yang jelas menuju pemilihan mendatang. ANTARA