**Borneonews - Sorong**, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bogenfil di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, telah berhasil mengakomodasi 21 peserta untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (*ANBK*) program kesetaraan paket C. Upaya ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam meningkatkan akses dan kesetaraan pendidikan bagi masyarakat di daerah tersebut.
Kepala PKBM Bogenfil, Ardian Eko Sajaril, mengungkapkan bahwa dari total 18 PKBM yang ada di Kabupaten Sorong, hanya PKBM Bogenfil yang mampu melaksanakan *ANBK* untuk paket C. Hal ini disebabkan karena PKBM tersebut telah mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF) sejak tahun 2017.
"Peserta *ANBK* yang mengikuti ujian ini terdiri dari 21 orang yang berasal dari berbagai distrik, seperti Seget, Klamono, Salawati Tengah, Majaran, dan Sorong," jelas Ardian.
Sejak tahun 2021, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (*Kemendikbudristek*) telah menjadikan *ANBK* untuk kesetaraan paket C sebagai program prioritas yang diselenggarakan setiap tahun. Program ini menyasar seluruh jenjang pendidikan formal dan nonformal, termasuk kelas V SD atau tingkat II Paket A, kelas II SMP atau tingkat III Paket B, serta kelas II SMAK/SMK atau tingkat V Paket C.
PKBM Bogenfil melaksanakan program ini sebagai upaya untuk mendukung masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan tingkat SMA melalui pendidikan paket C. Ini merupakan kali pertama kami melaksanakan *ANBK* untuk paket C, paparnya.
Meskipun pelaksanaan ujian paket C dihadapkan pada beberapa keterbatasan fasilitas, Ardian menjelaskan bahwa ujian tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini dikarenakan komitmen untuk memenuhi hak pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan di satuan pendidikan formal.
"Kegiatan ini diadakan secara terpusat di Sorong, tepatnya di halaman rumah Kepala PKBM Bogenfil," tambahnya.
Namun, Ardian juga menyebutkan bahwa terdapat sejumlah kendala yang dihadapi, antara lain situasi lokasi yang tidak ideal dan terbatasnya perangkat komputer. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya terpaksa meminjam komputer dari Sekolah Dasar Negeri 32 Kabupaten Sorong.
ANTARA
PKBM Bogenfil Akomodasi 21 Peserta ANBK Paket C di Sorong
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Komentar (0)
Memuat komentar…







