**Borneonews - Probolinggo, Jawa Timur**, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang telah melangsungkan kegiatan Training of Trainer (ToT) terkait literasi keuangan. Acara ini ditujukan khusus bagi para istri kepala desa dan berlangsung dalam rangka Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) serta memperingati Hari Indonesia Menabung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo pada hari Selasa.
Acara ini dihadiri oleh 330 Ketua Tim Penggerak PKK dari berbagai desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Mereka didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan di wilayah tersebut. Selain itu, acara ini juga menyajikan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di masing-masing kecamatan.
Dalam sambutannya, Penjabat Sekda Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, menekankan pentingnya akses keuangan sebagai isu global yang krusial. Menurutnya, berdasarkan bukti empiris, peningkatan akses keuangan, khususnya dalam hal pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, dapat berkontribusi pada pengurangan tingkat kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Heri Sulistyanto menjelaskan bahwa memperkuat sektor keuangan demi meningkatkan akses bagi masyarakat adalah prioritas utama. Ia berharap bahwa melalui kegiatan ini, literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, dapat ditingkatkan. Dengan demikian, mereka akan lebih mudah memahami dan mengakses berbagai produk yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para istri kepala desa tentang pentingnya jasa keuangan bagi perekonomian Indonesia. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam penawaran jasa keuangan yang tidak jelas dan dapat menipu.
Di sisi lain, Kepala OJK Malang, Biger Adzanna Maghribi, menyampaikan bahwa peran wanita, khususnya kaum ibu dalam mengelola keuangan keluarga, sangat signifikan. Dia berharap agar masyarakat bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka.
Biger juga tunduk pada urgensi memberikan informasi yang jelas tentang cara membedakan investasi yang legal dan ilegal. Harapannya, para istri kepala desa yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat mengedukasi keluarga dan orang-orang terdekat mereka mengenai risiko investasi ilegal yang harus diwaspadai.
Kegiatan ini dipusatkan di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Penjabat Sekda Kabupaten Probolinggo, Kepala OJK Malang, serta ketua berbagai organisasi wanita dari instansi terkait.
ANTARA
Pelatihan Literasi Keuangan untuk Istri Kepala Desa di Probolinggo
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







