JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan sebesar 114 poin pada perdagangan di hari Selasa. Pergerakan ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu, 21 Agustus. Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah tercatat menguat sebanyak 114 poin atau 0,91 persen, sehingga nilai tukarnya menjadi Rp15.436 per dolar AS, meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp15.550 per dolar AS. Analis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah ini sangat dipengaruhi oleh harapan para pelaku pasar terhadap keputusan yang akan diambil oleh BI terkait dengan suku bunga. Rully menambahkan bahwa optimisme ini muncul seiring dengan perkiraan bahwa BI akan melakukan penurunan suku bunga setelah bank sentral AS, *The Fed*, mengambil keputusan serupa pada bulan September mendatang. Lebih lanjut, Rully juga menekankan bahwa sentimen positif dalam pasar dipicu oleh keyakinan terhadap pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. Hal ini berimbas pada meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar saham dan obligasi, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan pada indeks dolar AS serta imbal hasil (*yield*) obligasi AS. Selain itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia mencatatkan peningkatan, dengan nilai tukar yang juga bergerak naik ke level Rp15.480 per dolar AS dari angka sebelumnya yang berada di Rp15.591 per dolar AS. Hal ini menunjukkan tren positif di pasar valuta asing pada hari tersebut. ANTARA