JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. atau PTPP menekankan pentingnya pembangunan Istana Negara dan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol strategis dalam proses pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap program pemerintah yang bertujuan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah baru, sekaligus memperkuat kedaulatan nasional. Menurut Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo, inisiatif ini dirancang dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dan direncanakan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa yang akan datang. Dalam keterangannya di Jakarta, Joko menyampaikan bahwa pembangunan Istana Negara dan Istana Garuda menerapkan sertifikasi untuk *Bangunan Gedung Hijau* (BGH) dan *Bangunan Gedung Cerdas* (BGC) yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sertifikasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan bangunan. Joko menjelaskan bahwa konsep BGH fokus pada penggunaan sumber daya yang efisien, pengelolaan limbah yang baik, serta menciptakan kualitas lingkungan dalam ruangan yang optimal. Di sisi lain, BGC mengintegrasikan teknologi canggih untuk memaksimalkan penggunaan energi, air, serta infrastruktur secara keseluruhan. Penerapan sertifikasi ini dalam proyek Istana Garuda menunjukkan komitmen yang kuat terhadap praktik berkelanjutan serta mematuhi standar efisiensi tinggi dalam pengelolaan sumber daya. Dengan meraih poin tertinggi dalam sertifikasi, proyek ini bukan hanya menjadi contoh pembangunan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap lingkungan di sekitarnya. Pembangunan Istana Negara dan Lapangan Upacara serta Istana Garuda di IKN Nusantara merupakan langkah besar bagi Indonesia dalam menggambarkan identitas baru negara dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan lingkungan. Selain itu, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek ini menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi pada peningkatan kemandirian ekonomi daerah. Ini mencerminkan perpaduan antara teknologi modern dan kerja keras masyarakat untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik. Keberhasilan upacara peringatan HUT RI ke-79 di Istana Garuda merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan BUMN. PT PTPP ditunjuk sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas pembangunan Istana Negara dan Lapangan Upacara, serta Istana Garuda. Lapangan Upacara, yang digunakan untuk HUT RI, memiliki luas mencapai 14.250 m² dan mampu menampung hingga 8.700 orang. Fasilitas lainnya termasuk area toilet seluas 660 m² yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung dan petugas upacara. Jaringan listrik yang mendukung kelancaran upacara ini juga sepenuhnya dipenuhi oleh PLN. Sementara itu, Istana Garuda, sebagai kantor presiden, berdiri di atas lahan seluas 33.207 m² dengan luas bangunan mencapai 11.200 m². Fasilitas yang ada di dalam Istana Garuda dirancang untuk mendukung kegiatan presiden, termasuk ruang konferensi pers, ruang kerja, serta kamar tempat istirahat bagi presiden. ANTARA