**Borneonews - Cianjur**, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah memulai inisiatif pembangunan enam sumur bor di tiga kecamatan. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat serta mendukung sektor pertanian, terutama untuk meningkatkan hasil produksi saat musim kemarau tiba.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, menyatakan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan solusi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang sering menghadapi kekeringan. Hal ini menjadi sangat penting, terutama bagi puluhan hektar lahan pertanian yang mengandalkan sistem tadah hujan, agar tetap dapat berproduksi secara optimal.
Diungkapkan oleh Bupati, dari enam sumur bor yang direncanakan, tiga di antaranya akan dibangun di Kecamatan Cugenang, dua di Kecamatan Mande, dan satu di Kecamatan Sukaluyu. Hingga saat ini, tercatat sudah 28 sumur bor yang telah dibangun oleh dinas terkait untuk membantu wilayah-wilayah yang kerap mengalami masalah kekeringan.
Lebih lanjut, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkimtan) serta Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) untuk menambah jumlah sumur bor yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang memiliki lahan pertanian tadah hujan yang luas.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan di 32 kecamatan di Cianjur. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan saat kebutuhan pangan meningkat, hasil produksi pertanian dan peternakan lokal dapat mencukupi permintaan dan mencegah lonjakan harga di pasar.
Bupati juga menekankan pentingnya partisipasi kepala desa di seluruh Cianjur untuk menggunakan Dana Desa dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Ini sejalan dengan tujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan pasar dapat dipenuhi dari produk lokal yang dihasilkan oleh petani dan peternak setempat.
Dalam menghadapi masalah kekeringan, berbagai upaya akan dilakukan secara kolaboratif antara berbagai dinas, Perumda, serta aparatur desa dan kecamatan. Pendataan menyeluruh sudah dilakukan di kecamatan yang rawan kekeringan untuk menentukan titik-titik lokasi yang akan dibangun sumur bor dan pengadaan pompa air.
Dikatakan, pemetaan kekeringan sudah dilaksanakan jauh sebelumnya, sehingga sejumlah titik baru untuk pembangunan sumur bor dapat dipersiapkan. Untuk lahan pertanian, akan disediakan pompa air yang bertugas menyalurkan air dari sungai atau saluran irigasi ke ladang-ladang pertanian.
Di Cianjur, setiap kali musim kemarau tiba, belasan kecamatan seperti Cikalongkulon, Ciranjang, Haurwangi, Cugenang, Cianjur, dan sebagian besar wilayah selatan cenderung rawan kekeringan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari kekeringan yang berulang setiap tahunnya.
ANTARA
Pemkab Cianjur Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan Pertanian
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






