**Borneonews - Garut**, Polres Garut sedang melaksanakan pemetaan wilayah yang mungkin mengalami gangguan keamanan, bencana alam, serta konflik sosial menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan selama pelaksanaan pemilihan.
Kepala Polres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan bahwa pemetaan ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai data intelijen. Mereka mengambil langkah-langkah berdasarkan jarak lokasi, riwayat kejadian bencana, dan potensi konflik sosial di wilayah tersebut. Kegiatan ini diungkapkan saat gelar pasukan untuk Operasi Mantap Praja Lodaya 2024 yang bertujuan mengamankan Pilkada di Markas Polres Garut.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Polres Garut telah menyiapkan personel gabungan untuk memastikan pengamanan pada setiap tahap pemilihan bupati dan wakil bupati, serta gubernur dan wakil gubernur di Garut. Pemetaan yang dilakukan tidak hanya mencakup ancaman dari bencana alam tetapi juga lokasi-lokasi yang rawan mengalami konflik antar masyarakat. Polres juga melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mencegah berbagai bentuk kecurangan dan gangguan keamanan.
Melalui upaya koordinasi yang terus menerus, pihak kepolisian berharap agar segala bentuk kecurangan dapat diminimalisir. Penempatan personel dilakukan sesuai dengan keahlian masing-masing untuk meningkatkan efektivitas pengamanan.
AKBP Fajar Gemilang juga menyatakan bahwa kekuatan intelijen yang dikerahkan mendukung upaya pengumpulan informasi untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik sosial. Dalam hal ini, terdapat 929 personel yang ditugaskan untuk pengamanan Pilkada 2024, dengan tambahan 400 personel dari TNI serta dukungan dari pemerintah daerah.
Tidak hanya itu, Polres Garut telah menyiapkan personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat yang siap dikerahkan jika terjadi gangguan keamanan, seperti kerusuhan massa. Brimob akan dikerahkan sebanyak 300 personel sebagai langkah antisipasi.
Kepala Polres menekankan bahwa seluruh anggotanya telah dipersiapkan secara mental dan fisik untuk menjalankan misinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar Pilkada berjalan dengan lancar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa, meski memiliki pilihan politik yang berbeda selama pesta demokrasi.
"Kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Hindari penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian, agar Pilkada di Kabupaten Garut berlangsung aman dan kondusif," ujarnya.
ANTARA
Pemetaan Wilayah Rawan Gangguan Keamanan Menjelang Pilkada 2024
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Komentar (0)
Memuat komentar…







