BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu mengungkapkan bahwa potensi investasi yang dapat terjalin antara pelaku usaha besar (UB) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah ini diperkirakan mencapai angka Rp17,81 miliar. Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, menjelaskan bahwa dengan adanya angka potensi investasi tersebut, pihaknya berupaya untuk mendorong UMKM di wilayah ini agar bisa mengembangkan usahanya, terutama dengan adanya dukungan dari 12 perusahaan besar yang beroperasi di Kota Bengkulu. "Diskusi yang kami adakan merupakan langkah untuk menjalin kemitraan antara pengusaha besar dan pelaku usaha kecil. Kami berharap pengusaha besar dapat membantu UMKM agar bisa naik kelas," jelasnya. Irsan juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang formal antara UMKM dan pelaku usaha besar dalam bentuk kerjasama tertulis, demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Jadi, angka Rp17 miliar ini berkaitan dengan ketersediaan barang seperti sayuran. Potensi perusahaan dalam hal ini mungkin bisa mencapai Rp1 miliar. Dengan demikian, potensi dari 12 UB dalam kerjasama ini adalah Rp17 miliar. Saat ini, UMKM diharapkan dapat memperoleh sekitar Rp800 juta dari kemitraan ini," tambah Irsan. Pendapat yang serupa diungkapkan oleh Penjabat Wali Kota Bengkulu, Arif Gunadi. Ia menekankan bahwa forum diskusi tersebut memberikan peluang bagi UMKM untuk berkolaborasi dengan usaha besar sehingga mereka bisa mengembangkan usaha mereka menjadi lebih besar lagi. "Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus mendorong dan memberikan perhatian kepada UMKM. Apapun kebutuhan mereka, akan kami penuhi agar UMKM dapat bertransformasi menjadi usaha yang lebih besar," ujarnya. Dalam upayanya untuk meningkatkan kelas pengusaha UMKM menjadi lebih maju, pemkot terus memberikan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan, sehingga diharapkan mereka dapat berkembang lebih baik dalam sektor usaha. ANTARA