BANDA ACEH –
**Borneonews - Aceh Tamiang**, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Aceh Tamiang sedang melakukan penyelidikan menyangkut kebakaran yang melanda sumur minyak milik Pertamina di Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, menyatakan bahwa penyelidikan ini bertujuan untuk menemukan penyebab kebakaran yang telah mengakibatkan empat orang warga mengalami luka bakar serius dan kini tengah menerima perawatan intensif di rumah sakit. "Kami menangani kasus kebakaran sumur minyak ini, yang menimbulkan empat individu yang dirawat akibat luka bakar. Penyelidikan ini diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menimpa sumur minyak milik Pertamina," ungkap Muliadi. Di sisi lain, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Tamiang, AKP Rifki Muslim, menginformasikan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari PT Arjuna Asia Petrocom Services, yang berperan sebagai vendor pengeboran di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi tentang standar operasional prosedur (*Standard Operating Procedure/SOP*) serta aspek-aspek teknis lainnya yang mungkin berkaitan dengan kejadian kebakaran tersebut. "Salah satu alasan kami meminta keterangan adalah untuk menyelidiki SOP yang diikuti, termasuk detail teknis yang dapat menjelaskan kebakaran ini," jelas Rifki Muslim. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menentukan dugaan awal penyebab kebakaran ini. Informasi mengenai penyebab kebakaran yang lebih mendalam baru akan diperoleh setelah penyidikan selesai dilakukan. "Penyebab kebakaran tidak akan bisa kami simpulkan hingga hasil penyelidikan lengkap. Oleh karena itu, kami akan menunggu hingga investigasi serta analisis di lokasi kejadian selesai. Kami juga menyarankan masyarakat untuk tidak mendekati area kebakaran guna memastikan keselamatan bersama," tuturnya. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 17 Agustus, sekira pukul 14.00 WIB, ketika anjungan pengeboran sumur minyak mengalami ledakan dan kebakaran yang diduga terjadi akibat semburan minyak yang keluar dari sumur. Ledakan tersebut mengakibatkan kobaran api yang cukup besar. Api pertama kali terlihat muncul pada pukul 14:10 WIB saat tim pengerjaan tengah membersihkan tabung produksi setelah mencabut pompa *ESP* (Electric Submersible Pump). Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang bersama unit pemadam kebakaran Pertamina, serta personel TNI dan Polri, bekerja sama untuk memadamkan api. Kebakaran akhirnya dapat dipadamkan pada hari yang sama, sekitar pukul 14.54 WIB. Akibat dari insiden kebakaran ini, empat pekerja yang terlibat dalam pengeboran sumur minyak tersebut mengalami luka bakar, yaitu Arfansyah Putra, Irfan Syahputra, Muhadi, dan Koko Agus Daryanto. ANTARA