PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Pertumbuhan pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Pekanbaru, Riau, menunjukkan angka yang signifikan, dengan rata-rata penambahan mencapai 3.000 titik setiap tahunnya. Diproyeksikan pada tahun 2024, total titik PJU di kota ini akan mencapai lebih dari 40 ribu. Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso, menyampaikan bahwa pencatatan mereka menunjukkan pertumbuhan yang stabil. “Setiap tahun, sekitar 3.000 titik lampu PJU bertambah. Dengan data kami, pada tahun 2024, jumlahnya sudah lebih dari 40 ribu titik,” ungkapnya. Namun, pertumbuhan ini membawa konsekuensi bagi anggaran, terutama terkait dengan lonjakan tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan. Yuliarso menyebutkan bahwa pihaknya sedang berupaya secara bertahap untuk melakukan penggantian bola lampu PJU dengan menggunakan lampu hemat energi (*LED*). Sejak tahun 2020 hingga 2023, telah diinstal sekitar 20.000 titik lampu PJU yang menggunakan teknologi *LED*. Inisiatif ini berhasil menekan biaya tagihan listrik secara signifikan, dari lebih Rp12 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp4,5 miliar per bulan pada tahun 2023. Namun, Yuliarso mencatat bahwa lampu *LED* yang terpasang memiliki masa pakai sekitar tiga hingga empat tahun. Dengan demikian, di awal tahun 2023, sebanyak 20.000 lampu yang telah terpasang selama tiga tahun tersebut kini memasuki fase penggantian. “Sudah 20 ribu lampu yang kita pasang, dan sekarang banyak di antaranya yang sudah habis masa penggunaannya,” jelasnya. Di tengah tantangan ini, Yuliarso mengungkapkan bahwa anggaran untuk pengadaan lampu *LED* sangat terbatas. Ia berharap adanya dukungan, baik dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat, terutama untuk PJU yang berada di jalur-jalur protokol. “Sekitar 80 persen dari jalan di dalam Kota Pekanbaru merupakan jalan protokol, yang merupakan tanggung jawab provinsi dan pusat. Kami tetap memprioritaskan jalan-jalan protokol sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada,” tuturnya. ANTARA