JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pupuk Indonesia meminta kepada 202 distributor untuk melakukan optimalisasi dalam penyerapan pupuk bersubsidi. Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tanah air dan memastikan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh, mengungkapkan harapannya bahwa distributor dapat memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi. Hal ini harus dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban administrasi serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Pernyataannya tersebut disampaikan saat acara "Pembinaan Distributor Pupuk Bersubsidi & Apresiasi Kinerja Semester 1 2024" yang dilaksanakan secara hybrid dari Surabaya, Jawa Timur. Tri Wahyudi menyampaikan bahwa alokasi pupuk bersubsidi nasional telah ditingkatkan oleh pemerintah untuk tahun 2024 menjadi 9,55 juta ton, meningkat signifikan dari 4,7 juta ton sebelumnya. Secara spesifik, alokasi tersebut mencakup 5,23 juta ton dari pemerintah, yang terdiri dari 4,7 juta ton pupuk bersubsidi awal dan tambahan 500 ribu ton pupuk organik. Pada bulan April lalu, keputusan Menteri Pertanian, melalui Kepmentan 249/2024, menetapkan peningkatan alokasi ini. Sebagai keterangan lebih lanjut, Tri Wahyudi merinci bahwa penyaluran pupuk bersubsidi hingga tanggal 19 Agustus 2024 tercatat mencapai 4,18 juta ton. Ini berarti sekitar 43,8 persen dari total alokasi terbaru untuk tahun 2024 telah tersalurkan. Saat ini, distributor dihadapkan pada tantangan selanjutnya, terutama mengingat bahwa banyak wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau. "Keberadaan situasi ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pupuk," jelasnya. Dalam upaya meningkatkan produktivitas, Pemerintah juga tengah berfokus pada optimasi penyerapan pupuk bersubsidi. Lebih lanjut, Tri Wahyudi mengingatkan bahwa dalam Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) yang telah disepakati, terdapat ketentuan yang mewajibkan distributor untuk menjaga ketersediaan stok di Lini III, yaitu gudang yang berada di level kabupaten atau kota. Oleh karena itu, ia mendorong semua distributor di Indonesia untuk memanfaatkan stok yang telah disediakan oleh produsen di Lini I atau gudang pabrik. Tri juga menegaskan pentingnya distribusi yang lancar di sisa tahun 2024. Seluruh distributor diwajibkan untuk memastikan bahwa kios binaan mereka memahami dan mampu menggunakan sistem penyaluran pupuk bersubsidi, baik melalui *Kartu Tani* maupun *i-Pubers*. "Hal ini penting agar tidak ada kendala saat petani melakukan penebusan pupuk," tambahnya. Dengan hadirnya *i-Pubers*, proses penebusan pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan praktis, di mana petani hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk melakukan penebusan di kios resmi. Diharapkan, melalui kemudahan ini, petani dapat segera melakukan penebusan, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil panen dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tri Wahyudi juga menekankan bahwa distributor perlu mengawasi kios binaannya, termasuk ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi, seperti ketertiban administrasi, penjualan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dan larangan penjualan secara "paket". Di kesempatan yang sama, ia memberikan penghargaan kepada distributor yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyerapan pupuk bersubsidi dan berhasil menjaga angka kesalahan menjadi nol. "Harapan kami, distributor terbaik ini dapat menjadi inspirasi bagi distributor lain dalam meningkatkan kinerja mereka di masa mendatang," imbuh Tri. ANTARA