BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Warga Desa Medan Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengharapkan adanya pembangunan tanggul atau pelapis tebing di sepanjang Sungai Muar untuk mencegah terjadinya longsor yang dapat mengancam keselamatan mereka. Kepala Desa Medan Jaya, Afrizal, menyampaikan bahwa usulan pembangunan pelapis tebing ini telah dimasukkan ke dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam). Ia berharap agar aspirasi dari masyarakat ini bisa segera direalisasikan oleh pemerintah. Afrizal juga menjelaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII. Dengan adanya upaya tersebut, BWSS sebelumnya telah melakukan survei ke lokasi untuk menilai kondisi tebing yang longsor akibat erosi yang terjadi di Sungai Muar. Ia mengungkapkan bahwa tebing Sungai Muar yang mengalami kerusakan tersebut sepanjang sekitar 150 meter. Letaknya sangat dekat dengan pemukiman, yakni hanya berjarak sekitar lima meter dari 20 rumah warga yang ada di daerah tersebut. "Jarak dari tebing ke dapur rumah warga sekitar lima meter, sementara jarak dari tebing ke jalan raya sekitar 25 meter," tuturnya. Menurut pengamatannya, kondisi longsor di tebing Sungai Muar semakin parah belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Ia menambahkan bahwa selama musim kemarau, tebing tersebut relatif aman dan tidak mengalami longsor. Namun, saat memasuki musim hujan, keruntuhan tebing menjadi hal yang sangat cepat terjadi. "Ketika musim hujan, air sungai yang mengalir deras dapat mempercepat proses longsor," jelasnya. Longsor yang disebabkan oleh erosi di Sungai Muar bukan hanya mengancam keberadaan rumah-rumah warga, tetapi juga dapat membahayakan Jalan Lintas Sumatera. Jalan ini merupakan penghubung penting antara Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat. ANTARA