SEMARANG –
**Borneonews - Pekalongan**, Pemerintah Kota Pekalongan, yang terletak di Jawa Tengah, telah melaksanakan langkah proaktif dalam mendeteksi risiko penyakit tidak menular di kalangan pelajar. Melalui upaya ini, mereka bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan di lingkungan sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan bahwa program deteksi dini ini difokuskan pada pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular, khususnya di antara para siswa. Menurutnya, target utama dari kegiatan ini adalah individu dengan rentang usia produktif, yakni antara 15 hingga 60 tahun, yang mencakup siswa-siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan, sejumlah indikator kesehatan dievaluasi, di antaranya adalah tekanan darah dan kadar gula darah. Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan telah melakukan deteksi dini terhadap 290 individu yang berisiko tinggi terhadap penyakit tidak menular. Slamet berharap agar masyarakat, terutama mereka yang memiliki faktor risiko, untuk rutin melakukan pemeriksaan secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali. Di sisi lain, bagi masyarakat yang berada dalam kondisi kesehatan yang baik, disarankan untuk menjalani pemeriksaan minimal satu kali dalam setahun. Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat dapat melakukan deteksi dini di berbagai fasilitas kesehatan, seperti posyandu yang terintegrasi dengan layanan primer maupun puskesmas. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar tetap dalam kondisi sehat. ANTARA