JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jika Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, diangkat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar. Dalam keterangannya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Selasa, ia mengungkapkan, "Silakan saja Presiden Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar." Selanjutnya, Komarudin menolak untuk membahas isu ini lebih mendalam, menegaskan bahwa penetapan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina merupakan urusan internal Partai Golkar. Ia menekankan, "Ini adalah urusan rumah tangga Golkar. PDIP ya PDIP." Ia juga menjelaskan bahwa kini Jokowi bukan lagi bagian dari partai yang memiliki lambang banteng moncong putih. "Jokowi sudah jelas bergabung dengan Partai Golkar, jadi tidak perlu ditanyakan lagi tentang statusnya," tegas Komarudin. Sebelumnya, Ketua Steering Committee (SC) Munas, Adies Kadir, mengindikasikan bahwa kemungkinan Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar cukup terbuka. Posisi dewan pembina nantinya akan diusulkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar oleh forum munas serta ketua umum yang terpilih. Adies menjelaskan bahwa ketua dewan pembina, bersamaan dengan ketua dewan pakar, dewan penasihat, dewan etik, dan dewan kehormatan, tidak harus berasal dari kader Partai Golkar, meskipun umumnya posisi tersebut diisi oleh kader senior. "Meskipun biasanya yang menduduki posisi ini adalah kader-kader senior, tidak ada ketentuan eksplisit dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar yang melarang keterlibatan orang luar," jelasnya di Balai Sidang Jakarta (JCC). Namun, Adies menegaskan bahwa sampai saat ini, belum ada nama Joko Widodo yang diusulkan untuk posisi Ketua Dewan Pembina. Dia memastikan bahwa pembahasan tentang hal ini akan dilakukan dalam Munas. "Sebenarnya, jika tidak ada dalam AD/ART, itu masih bisa diterima. Namun, hingga saat ini, di arena Rapimnas dan menjelang Munas, nama-nama tersebut, termasuk Jokowi, belum terdengar," pungkasnya. ANTARA