YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta tengah melakukan kajian terkait potensi pasar minyak makan merah yang berasal dari Sumatera Utara. Hal ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penjualan minyak ini di wilayah Yogyakarta. Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, menjelaskan bahwa minyak makan merah memiliki potensi sebagai salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat, terutama mengingat bahwa harga produk ini cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan minyak goreng biasa. "Harga yang ditawarkan lebih murah sebab produk ini akan diambil langsung dari distributor," ujarnya. Syam juga menginformasikan bahwa saat ini telah terdapat salah satu distributor minyak goreng di Yogyakarta yang menunjukkan minat untuk membawa masuk minyak makan merah tersebut dari Sumatera Utara. Namun, langkah tersebut memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami peluang pasar di daerah ini, mengingat minyak makan merah adalah produk yang baru diperkenalkan oleh pemerintah. "Minyak makan merah merupakan inovasi dari Kementerian. Kami sedang melakukan analisis untuk melihat sejauh mana konsumen tertarik terhadap produk ini," tambahnya. Meskipun masih dalam tahap awal, Syam optimis bahwa minyak makan merah pada akhirnya akan dapat diterima oleh masyarakat, sama halnya dengan pengalaman awal pemasaran minyak goreng merek *Minyakita*. "Pada awalnya, orang tidak terlalu memperhatikan *Minyakita*, tetapi seiring waktu, kini banyak yang menggunakannya," ungkap Syam. Dia menambahkan bahwa minyak makan merah bisa menjadi solusi alternatif ketika terjadi lonjakan harga pada minyak goreng yang beredar di pasaran. Pabrik pengolahan minyak makan merah yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dikelola oleh sebuah koperasi. Inisiatif tersebut merupakan hasil kerja sama antara Koperasi Pujakesuma dan PT PTPN II, dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2024. Pabrik ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memproduksi minyak makan merah. Namun, hingga saat ini, produk tersebut masih belum tersedia secara luas di pasaran dan masih dalam tahap pengenalan kepada masyarakat. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, pada Maret 2024, menyampaikan bahwa harga eceran minyak makan merah ditawarkan antara Rp14.500 hingga Rp15.000 tanpa subsidi dari pemerintah. Jika mendapatkan subsidi, harga per liter minyak makan merah dapat turun menjadi sekitar Rp8.000. ANTARA