JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengungkapkan harapannya bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta untuk periode 2024-2044 dapat berkontribusi dalam menjadikan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Heru menjelaskan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai RTRW Provinsi DKI Jakarta tahun 2024-2044 telah mengakomodasi berbagai isu strategis yang berkaitan dengan tata ruang. Raperda tersebut juga mematuhi amanat dari peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini, serta membaca kebutuhan pembangunan Jakarta di masa depan selama dua dekade ke depan. Dengan disetujuinya Raperda ini, diharapkan pembangunan jangka panjang, baik yang bersifat spasial maupun yang tidak terikat pada batas-batas fisik atau *aspasial*, dapat lebih mendorong Jakarta untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan Heru saat konferensi di Jakarta. Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah mengenai RTRW Jakarta 2024-2044 yang mempunyai visi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis berskala global yang tangguh, berbasis pada *transit* serta digital, dan diatur dalam bentuk peraturan daerah. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, menyatakan bahwa rencana RTRW tersebut dirancang dengan memperhatikan dinamika perkembangan yang terjadi serta kebutuhan masyarakat dan kota Jakarta itu sendiri. Visi baru ini menggantikan RTRW yang sebelumnya berlaku, yaitu RTRW Jakarta 2010-2030, yang menetapkan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman, nyaman, produktif, berkelanjutan, dan setara dengan kota-kota besar di seluruh dunia, serta dihuni oleh masyarakat yang sejahtera. Pantas menambahkan bahwa perumusan visi baru untuk Jakarta ini didasarkan pada tiga pilar utama dalam perencanaan tata ruang kota, yaitu orientasi pada *transit*, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan lingkungan permukiman yang mandiri, guna menciptakan sebuah kota Jakarta yang berketahanan. ANTARA