JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dialog yang mendalam dengan masyarakat dinilai sebagai langkah penting untuk mempromosikan dan mewujudkan *digital citizenship* yang memberikan dampak positif di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, dalam acara yang diadakan di Jakarta Pusat. Nezar Patria menjelaskan bahwa melihat perkembangan pesat dalam lanskap digital Indonesia, dibutuhkan pendekatan yang lebih proaktif untuk membangun budaya interaksi yang baik di kalangan masyarakat. Dalam hal ini, penting untuk mendorong terbentuknya komunitas *online* yang berkontribusi secara positif dan inklusif. Ia menekankan bahwa mempromosikan masyarakat digital yang positif harus didasari oleh perilaku yang bijaksana dalam berinteraksi di dunia maya. Upaya ini mencakup berbagai program literasi digital yang dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat menggunakan berbagai platform digital. Topik yang diangkat dalam program literasi digital tersebut dirancang relevan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya dengan mengajarkan cara yang tepat untuk mengekspresikan pendapat melalui saluran-saluran digital. Nezar menegaskan pentingnya pemahaman etika digital bagi individu sebagai warga digital agar interaksi yang terjadi dapat berlangsung dengan baik. Dengan adanya masyarakat digital yang lebih positif, dia berpendapat bahwa ruang untuk jurnalisme warga juga akan semakin terbuka. Jurnalisme warga dapat melengkapi laporan berita tradisional dari media arus utama dan memberikan perspektif yang lebih dekat dengan realitas masyarakat. Nezar juga mencatat bahwa keberadaan jurnalisme warga telah membantu mengungkap berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, dia mendorong agar partisipasi warga dalam jurnalisme ini berkembang lebih luas dan berkualitas. Menggambarkan pentingnya kontrol masyarakat terhadap kekuasaan, Nezar menekankan bahwa partisipasi warga dalam media digital seharusnya mencerminkan semangat yang sama seperti di dunia nyata. Dia berharap, hal ini akan menciptakan ruang yang lebih baik untuk pengawasan dan akuntabilitas dalam pengaturan kehidupan sosial. ANTARA