JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan kesiapan Federasi Rusia untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir secara damai sebagai salah satu sumber energi. Menurut Tolchenov, langkah berikutnya tergantung pada keputusan dari pihak Indonesia mengenai apa yang mereka inginkan dan bagaimana proses kerjasama bilateral ini dapat dilanjutkan. Dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Tolchenov menjelaskan bahwa diskusi mengenai kerja sama ini telah berlangsung sejak lama. Ia mengingat bahwa sejak awal penugasannya di Indonesia, sekitar 16 tahun yang lalu, topik mengenai penggunaan energi nuklir telah menjadi perbincangan yang menarik minat di kalangan pejabat Indonesia. Menurutnya, saat itu, peluang untuk mendirikan sebuah *Small Modular Reactor* juga sangat diperhatikan oleh para menteri dan lembaga terkait di Indonesia. Hal ini menunjukkan telah adanya ketertarikan yang kuat terhadap penggunaan teknologi nuklir, khususnya untuk keperluan pembangkit listrik. Selain itu, Dubes Tolchenov menyampaikan bahwa diskusi mengenai kerjasama ini juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, yang telah melakukan kunjungan ke Moskow pada bulan Juni lalu. Dalam pertemuan tersebut, mereka juga membahas kemungkinan kolaborasi dengan ROSATOM, perusahaan energi nuklir milik negara Rusia. Tolchenov menekankan bahwa mereka optimis terhadap prospek dan hasil positif yang dapat dicapai dalam kerjasama di sektor energi ini. ROSATOM sendiri dikenal memiliki strategi pengembangan pembangkit energi rendah karbon, termasuk diantaranya energi angin. Perusahaan ini menguasai seluruh teknologi yang terkait dengan siklus bahan bakar nuklir, mulai dari proses penambangan uranium hingga pengelolaan siklus hidup fasilitas nuklir itu sendiri. Selain berfokus pada energi nuklir, ROSATOM juga terlibat dalam produksi produk non-nuklir, pengembangan kedokteran nuklir, digitalisasi, serta pengembangan perangkat lunak dan logistik. Salah satu inisiatif mereka adalah pengembangan Rute Laut Utara. ANTARA