JAKARTA –
**Borneonews - Makassar**, Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Merauke, yang terletak di Provinsi Papua Selatan, sebagai lumbung pangan nasional. Harapan ini tidak hanya sekadar wacana, melainkan menjadi target sebelum tahun 2025. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Merauke diharapkan dapat menjadi sumber utama cadangan beras nasional dalam kurun waktu dua tahun mendatang. Dalam pernyataannya, ia menyatakan, "Kami optimis bahwa swasembada pangan akan berawal dari sini dalam dua tahun ke depan." Pernyataan tersebut disampaikan setelah kunjungannya selama dua hari di Distrik Wanam, Merauke, pada tanggal 18 hingga 19 Agustus. Selama kunjungan tersebut, menteri mengevaluasi kemajuan dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa seluas 40 ribu hektare yang tersebar di enam distrik. Hingga kini, ia mencatat bahwa pembangunan telah mencapai lebih dari separuh dari total target, dengan tahapan pengolahan lahan dan penanaman mencapai 6.500 hektare. Proses penanaman padi akan terus berlanjut bersamaan dengan penyelesaian pembuatan infrastruktur pertanian, seperti saluran irigasi, jembatan, dan jalan. Menteri Sulaiman juga meninjau pembangunan jalan sepanjang 135,5 km yang menghubungkan Ilwayab dan Ngguti. Jalan tersebut memainkan peranan penting dalam mendukung program pengembangan lahan pertanian padi seluas satu juta hektare, yang diharapkan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan. Dalam tinjauannya, ia juga memeriksa volume saluran air sepanjang jalan, dan memberikan instruksi untuk memperlebar dan memperdalam saluran tersebut guna mengoptimalkan irigasi. Kami merancang saluran tersebut sebagai penyimpanan jangka panjang untuk mengairi satu juta hektare lahan pertanian padi yang sedang kami persiapkan,” jelasnya. Selain itu, Sulaiman memerintahkan untuk membuat lahan penanaman padi seluas satu hektare di sepanjang jalan setiap lima kilometer. Lahan tersebut akan menjadi bukti mengenai kesesuaian lahan di Merauke untuk mendukung pertumbuhan padi. Tahap pertama dari pengoptimalan lahan di enam distrik, yaitu Merauke, Tanah Miring, Semangga, Kurik, Janggebob, dan Malind, direncanakan untuk diperluas dari 40 ribu hektare menjadi 100 ribu hektare. Untuk mempercepat pencapaian target ini, telah dikerahkan 70 unit ekskavator dari Wanam ke distrik-distrik tersebut, ditambah dengan 20 unit alat pemanen besar serta penyediaan bibit yang akan siap dalam bulan ini. ANTARA