**Borneonews - Makassar**, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan *longwis* atau lorong wisata sebagai upaya rinci dalam mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umum.
Dalam acara panen pare yang berlangsung di Lorong Wisata Mildura, Kelurahan Sinrijala, Panakkukang, Makassar, ia menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari program yang tengah diusung untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan setempat. Lorong wisata ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, ungkapnya pada hari Selasa.
Lebih dalam, Indira Yusuf Ismail menggambarkan panen pare tidak hanya sebagai prestasi dari program lorong wisata, namun juga sebagai tanda pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pemanfaatan lahan-lahan sempit di wilayah perkotaan. Ia juga menekankan bahwa setiap lorong wisata di berbagai kecamatan di Makassar memiliki karakter dan keunikan yang berbeda-beda.
Keberadaan lorong wisata ini, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memperbaiki kesejahteraan masyarakat tetapi juga dapat mengoptimalkan hasil pertanian serta memberikan ruang bagi perkembangan usaha kecil. Ia meyakini bahwa melalui inisiatif ini, masyarakat di lorong wisata dapat mengembangkan kemandirian ekonomi sekaligus memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhinya.
Indira juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung upaya ini dan menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembentukan lorong wisata adalah menciptakan kesejahteraan bagi penduduk setempat. Lorong wisata di setiap kecamatan tentu memiliki ciri dan keunikan masing-masing. Namun, semangat kami adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah tersebut, ujarnya.
Selain itu, Indira menggarisbawahi pentingnya penataan yang baik terhadap lorong wisata agar dapat berkontribusi terhadap pengembangan usaha lokal dan kuliner. Ia percaya bahwa penataan yang tepat dapat meningkatkan daya tarik lorong wisata, tidak hanya bagi penduduk lokal tetapi juga bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Indira menjelaskan bahwa lorong wisata bisa berfungsi sebagai magnet yang memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal dari Makassar kepada dunia, serta pada saat yang sama, dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Ia menekankan bahwa optimalisasi penataan lorong wisata sangat penting untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di area tersebut.
Keberhasilan dalam penataan lorong wisata dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal, terutama dalam sektor usaha kecil, kuliner, dan produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di lorong tersebut, tambahnya.
Indira berharap agar melalui pengembangan lorong wisata seperti yang ada di Mildura, masyarakat dapat lebih berdaya dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka, sambil menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas melalui potensi lokal. Dengan demikian, lorong wisata dapat menjadi daya tarik yang tidak hanya menggugah perhatian wisatawan domestik tetapi juga wisatawan internasional.
Dengan cara ini, lorong wisata dapat menjadi tempat yang dikunjungi oleh warga serta tamu baik dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan kehidupan masyarakat yang ada di lorong-lorong Kota Makassar, tandasnya.
ANTARA
Lorong Wisata Makassar, Kunci Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







