**Borneonews - Donggala**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah mengajak seluruh anggota pengawas ad hoc pada tingkat kecamatan dan desa untuk bersinergi dalam melakukan pengawasan pada setiap tahapan Pilkada 2024.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Donggala, Rusli, dalam sebuah pernyataan di Palu, menekankan pentingnya koordinasi di antara para pengawas kecamatan. Ia mengingatkan agar jalinan komunikasi ini dimaksimalkan untuk mencapai efektivitas dalam hubungan kelembagaan ad hoc selama penyelenggaraan Pilkada 2024 di daerah tersebut.
"Diharapkan agar seluruh penyelenggara pengawas di tingkat kecamatan dapat mengevaluasi proses yang telah dilalui serta aktif dalam pengawasan, sebab tanggung jawab ini harus diemban oleh kita semua," jelas Rusli. Ia menuturkan bahwa peningkatan kualitas serta kapasitas sumber daya manusia di antara pengawas, dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan yang ada dalam tahapan pilkada mendatang.
Lebih lanjut, Rusli menyatakan bahwa hubungan antar pimpinan sekretariat penyelenggara ad hoc dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan guna mendapatkan hasil yang optimal. Keterlibatan beragam elemen masyarakat sangat krusial, sehingga seluruh pihak seyogianya berkolaborasi dalam menjalankan pengawasan selama Pilkada 2024.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Donggala, Abdul Salim, mengatakan bahwa evaluasi terhadap persiapan panitia pengawas kecamatan (panwascam) yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Donggala sangat penting dilakukan. "Pertemuan ini bertujuan untuk mereview apa yang telah dikerjakan pada Pemilu 2024 dan untuk mempersiapkan pelaksanaan pilkada serentak, sehingga jajaran pengawas memiliki pemahaman yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing," ujarnya.
Abdul Salim juga menekankan pentingnya kerjasama antara panwascam dengan sekretariat kecamatan agar pelaksanaan pilkada serentak dapat berlangsung dengan sukses. "Kami ingin mengetahui kendala yang dihadapi panwascam di lapangan terkait komunikasi antar pimpinan serta dengan sekretariat, karena kami pernah menerima laporan bahwa ada panwascam yang tidak membuka kantor pada jam kerja, yang tentunya menjadi perhatian publik," tuturnya.
Dia menekankan bahwa koordinasi yang baik antara panwascam dan sekretariat di kecamatan harus terus diperkuat. "Kerjasama adalah kunci. Jika salah satu anggota panwascam tidak dapat hadir, maka rekan lain harus siap untuk mengambil alih agar aktivitas perkantoran dan pengawasan tetap berjalan sesuai rencana," imbuhnya.
Terakhir, berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Donggala, tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 mencapai 80 persen. Selain itu, jumlah daftar pemilih sementara (DPS) di Kabupaten Donggala untuk Pilkada serentak 2024 tercatat sebanyak 224.117 jiwa, yang terdiri dari 115.096 laki-laki dan 109.021 perempuan, tersebar di 16 kecamatan dan 167 desa.
ANTARA
Bawaslu Donggala Ajak Pengawas Kuatkan Koordinasi Pilkada 2024
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







