MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari**, Perum Bulog Cabang Manokwari, yang terletak di Papua Barat, telah memulai distribusi bantuan pangan tahap III kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di enam kabupaten. Proses penyaluran ini, menurut Kepala Perum Bulog Manokwari, Armin Bandjar, bertujuan untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap III, alokasi bantuan pangan yang disalurkan mencapai 495.440 kilogram per bulan. Bantuan ini akan diberikan kepada total 49.544 KPM di wilayah tersebut. Armin menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus menyalurkan bantuan di Kabupaten Manokwari, dengan alokasi mencapai 209.690 kilogram atau setara dengan 20.969 KPM. Bantuan pangan tahap III ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan dua tahap sebelumnya. Berbeda dengan sebelumnya yang diberikan secara bulanan, penyaluran pada tahap ini direncanakan setiap dua bulan, yaitu pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember. Hal ini diiringi dengan penurunan jumlah penerima manfaat. Sebelumnya, alokasi bantuan pangan yang diberikan mencapai 517 ton per bulan, namun kali ini menurun menjadi 495 ton per bulan. Perubahan jumlah alokasi bantuan ini didasarkan pada data penerima yang disusun oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Enam kabupaten yang menjadi wilayah tugas penyaluran Bulog mencakup Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan (Mansel), Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan sebagian Tambrauw. Menariknya, hanya Kabupaten Mansel yang mengalami peningkatan alokasi dari 54.960 kilogram menjadi 64.780 kilogram per bulan. Dalam hal distribusi bantuan pangan, perubahan juga terjadi pada pihak distributor. Sebelumnya, penyaluran dilakukan oleh PT Yasa Artha Trimanunggul (YAT), namun kini penanganan distribusi dialihkan kepada PT. Banda Ghara Reksa (BGR). Armin juga menekankan bahwa dalam proses penyaluran bantuan ini, mereka akan mengutamakan daerah-daerah yang mudah dijangkau melalui jalur darat. Sementara itu, distribusi ke Kabupaten Teluk Wondama harus menunggu jadwal kapal. Armin mengungkapkan bahwa pemerintah pusat mengharapkan agar penyaluran bantuan selesai pada akhir bulan Agustus. Namun, ia menyatakan bahwa ada kemungkinan hal tersebut tidak dapat tercapai di wilayah timur karena perlu mempertimbangkan faktor transportasi dan kondisi alam yang ada di daerah tersebut. ANTARA