BENGKULU –
**Borneonews - Rejang Lebong**, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan penambahan jumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi PAI Kemenag Rejang Lebong, Bobi Marpeno, pada hari Selasa. Saat ini, total jumlah guru PAI yang ada di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 361 orang. Dari angka tersebut, sebagian besar merupakan guru honorer. Bobi menjelaskan, hanya 100 orang guru PAI yang memiliki status ASN, sementara 10 orang lainnya berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya penambahan guru PAI yang berstatus ASN maupun PPPK. Guru PAI yang berada di bawah naungan Kemenag memiliki tanggung jawab untuk mengajar di berbagai jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul Athfal (RA), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA) yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah ini. Bobi menyampaikan bahwa jumlah guru PAI yang berstatus ASN dan PPPK yang masih sedikit berdampak langsung terhadap kesejahteraan mereka. Sumber penghasilan yang terbatas dari honor yang diterima setiap bulan menjadikan kondisi ini semakin sulit. Selain itu, dari total guru honorer yang ada, hanya 12 orang yang telah memiliki sertifikasi guru non-PNS. Hal ini menyebabkan mayoritas di antara mereka tidak dapat menerima tunjangan dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu. Menanggapi situasi tersebut, pihak Kemenag Rejang Lebong telah mengusulkan agar dilakukan penambahan guru ASN dan pengangkatan guru melalui jalur PPPK. Harapannya, dengan adanya langkah ini, kesejahteraan guru PAI di daerah tersebut dapat meningkat. Bobi berharap ke depannya, jumlah guru PAI yang berstatus ASN dan PPPK di Kabupaten Rejang Lebong akan semakin bertambah. Penambahan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah ini. ANTARA