PADANG –
**Borneonews - Payakumbuh**, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Payakumbuh, yang berada di Sumatera Barat, telah melakukan studi banding mengenai pelayanan tatap muka kepada pelanggan dengan manajemen Bank BNI. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dalam pernyataannya, Manajer PLN UP3 Payakumbuh, Teguh B. Octavianto, menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu lalu, fokus utama pelayanan PLN adalah menjaga keberlangsungan pasokan listrik bagi masyarakat. Tugas utama mereka adalah memastikan bahwa setiap rumah tetap dapat menikmati aliran listrik tanpa gangguan. Namun, PLN kini berada dalam tahap transformasi di mana kepuasan pelanggan melalui komunikasi yang langsung dengan pegawai PLN menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Teguh menyatakan, "Dahulu kami lebih banyak berkonsentrasi pada penyediaan listrik, tetapi saat ini interaksi kami dengan pelanggan juga harus menjadi prioritas." Ia juga mengungkapkan bahwa sektor perbankan memiliki budaya kerja yang sangat baik dalam hal pelayanan langsung kepada nasabah. Para petugas perbankan dikenal mampu menjalin komunikasi yang efektif dan selalu menempatkan kepuasan nasabah pada posisi terdepan. "Nilai-nilai ini perlu kita adopsi dan pelajari, yaitu bagaimana mengedepankan kepuasan pelanggan melalui informasi dan komunikasi yang memadai," tambahnya. Teguh berharap, materi dan pengetahuan yang dibagikan oleh narasumber dari Bank BNI bisa diterapkan oleh seluruh pegawai PLN, sehingga pelayanan yang prima menjadi bagian dari etos kerja di PLN UP3 Payakumbuh. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat ditingkatkan secara signifikan. Dalam kesempatan itu, Prita Marisca, Head Section Service Management & CSR BNI Kantor Wilayah 02 Area Sumbar Riau & Kepri, mengungkapkan bahwa dasarnya setiap bisnis harus berorientasi pada pelayanan. "Yang terpenting bukan hanya produknya, tetapi kualitas layanan yang diberikan," ujarnya. Prita juga menegaskan bahwa pelayanan yang baik adalah "senjata" yang abadi. Pelanggan yang mengalami pelayanan yang memuaskan dari suatu perusahaan cenderung tidak akan berpindah atau memberi penilaian negatif terhadap perusahaan tersebut. Beliau mendorong PLN untuk berusaha melampaui ekspektasi pelanggan yang dapat diwujudkan melalui pelayanan prima dalam interaksi tatap muka. "Tingkatkan kompetensi komunikasi yang baik. Aspek etika pelayanan, seperti penampilan, sikap, senyum, serta sapaan, juga sangat penting," jelas Prita. ANTARA