PONTIANAK –
**Borneonews - Kubu Raya** Penjabat Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa pemerintah daerahnya telah mendapatkan penilaian positif dalam penanganan kemiskinan ekstrem selama triwulan kedua dari tim evaluator Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Penilaian ini mencerminkan upaya yang serius dan realistis dalam menangani isu-isu yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam sebuah pemaparan yang dilakukan, Pj Bupati Kubu Raya, Sy Kamaruzaman, menyampaikan bahwa seluruh tim evaluator memberikan tanggapan yang konstruktif terhadap data dan perkembangan yang telah dicapai oleh pemerintah daerah. Penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 4,23 persen menjadi 4,08 persen di kabupaten ini menjadi salah satu sorotan utama. Penurunan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara berbagai elemen masyarakat. Kamaruzaman menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan yang terendah di Kalimantan Barat, meskipun Kubu Raya memiliki populasi yang cukup besar. Upaya ini berhasil berkat kerjasama, perhatian, serta dukungan semua pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerah tersebut. Selain berfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem, Kubu Raya juga menerima apresiasi berkaitan dengan penanganan inflasi, masalah stunting, pengangguran, serta pengelolaan anggaran yang efektif. Menurut Kamaruzaman, pengakuan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mampu menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa tim evaluator tidak memberikan catatan kritis, melainkan memberikan masukan yang bersifat konstruktif guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah di masa mendatang. Hal ini menambah rasa percaya diri Pemkab Kubu Raya untuk melanjutkan berbagai program prioritas, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. ANTARA