JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November mendatang. Dalam pidato yang menggugah semangat pada malam pertama Konvensi Nasional Demokrat di Chicago, Illinois, Biden menekankan pentingnya menjaga demokrasi dengan memilih Kamala Harris sebagai calon presiden. “Apakah Anda siap untuk memilih kebebasan? Apakah Anda siap untuk memilih demokrasi bagi Amerika? Dan izinkan saya bertanya, apakah Anda siap untuk memilih Kamala Harris dan Tim Walz sebagai presiden dan wakil presiden?" ujarnya dengan penuh semangat, menyampaikan pesan yang mendalam mengenai tanggung jawab setiap warga negara. Biden, yang kini berusia 81 tahun, menunjukkan emosinya saat menyampaikan orasinya, terlebih setelah diperkenalkan oleh putrinya, Ashley. Dia mengungkapkan rasa syukur dan optimisme, mengatakan bahwa demokrasi telah dimenangkan dan kini harus terus dijaga. “Setiap suara akan berpengaruh pada apakah demokrasi dan kebebasan akan tetap berdiri,” tambahnya, menekankan betapa pentingnya peran setiap individu dalam sejarah dan masa depan bangsanya. Bulan lalu, Biden mengumumkan bahwa ia akan mundur dari pencalonan presiden untuk tahun 2024, yang tentunya menandai akhir dari kesempatan bagi dirinya untuk terpilih kembali. Meskipun demikian, Harris, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, siap untuk melanjutkan perjuangan dan telah resmi meluncurkan kampanye kepresidenannya setelah menerima dukungan penuh dari Biden. Dalam langkah strategis, ia memilih Gubernur Minnesota, Tim Walz, untuk menjadi calon wakil presidennya. Dalam penampilannya di konvensi, Harris menunjukkan energi dan kepiawaian politiknya, berjanji untuk bersaing melawan calon dari Partai Republik, mantan presiden Donald Trump. “Dalam bulan November ini, kita akan bersatu dan menyatakan dengan satu suara, sebagai satu bangsa, bahwa kita akan terus maju,” ungkapnya dengan tegas. Harris, yang berusia 59 tahun, dijadwalkan untuk memberikan pidato penting pada hari Kamis, 22 Agustus, yang menandai hari terakhir konvensi, di mana ia akan secara resmi menerima pencalonan dari partai untuk menjadi presiden AS. Jika terpilih, ia akan mencetak sejarah baru sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai presiden di negara ini. Dalam kesempatan lain, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2016, memberikan pujian kepada kepemimpinan Biden. Ia menilai Biden telah menghadirkan martabat dan kompetensi ke dalam Gedung Putih. “Sekarang, kita sedang menulis babak baru dalam kisah Amerika. Kamala memiliki karakter, pengalaman, dan visi untuk memimpin kita maju,” tutup Clinton dengan penuh keyakinan. ANTARA