SEMARANG –
**Borneonews - Magelang**, Warga Desa Kaliurang di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, baru-baru ini melaksanakan upacara *merti bumi* melalui prosesi Kirab Umbul Doa Pepunden Merapi. Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah hasil bumi yang melimpah. Kepala Desa Kaliurang, Kiptiyah, mengungkapkan bahwa rangkaian acara yang diadakan bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam tradisi ini, masyarakat turut melaksanakan kirab gunungan hasil bumi, di mana ratusan warga berpartisipasi dengan mengenakan busana tradisional Jawa. Mereka berjalan kaki sambil diiringi bunyi alat musik *drum* serta kelompok yang membawa berbagai senjata tradisional seperti tombak dan keris. "Acara ini juga meliputi doa bersama untuk mengirimkan harapan dan doa kepada arwah para leluhur kita yang telah mendahului," ungkap Kiptiyah. Ia juga menambahkan bahwa tradisi Umbul Doa Pepunden Merapi merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya masyarakat Dusun Kaliurang Srumbung, yang terus dilestarikan dan dilaksanakan setiap tahunnya. Selain mempersembahkan penghormatan kepada leluhur, acara ini juga dimaksudkan untuk meminta keselamatan serta berkah dari Tuhan, terutama terkait dengan potensi ancaman bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Merapi. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Merapi diyakini sebagai lokasi sakral yang merupakan tempat tinggal dewa dan leluhur. Sebelum puncak acara, pada malam hari tanggal 19 Agustus, masyarakat menggelar prosesi doa bersama dilanjutkan dengan pengambilan air berkah dari sumber yang terletak di alur Kali Bebeng/Krasak. Menurut Kiptiyah, air berkah tersebut memiliki makna simbolis kehidupan dan ditampung dalam kendi-kendi untuk kemudian dibawa bersama dalam kirab berserta gunungan dan tumpeng. Air berkah ini, secara simbolis, digunakan untuk menyiram tanaman pertanian diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian, diharapkan hasil panen dapat melimpah di masa mendatang. "Tujuan utama kita adalah untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar warga Desa Kaliurang, khususnya, terhindar dari ancaman erupsi Gunung Merapi yang sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan mereka," tutup Kiptiyah. ANTARA