TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan Gerakan Pasar Murah (GPM) di Lapangan Agatis, Kabupaten Bulungan, pada hari Selasa. Kegiatan ini diselenggarakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekretaris DPKP Kaltara, Diana Risawaty, menjelaskan bahwa tujuan utama dari GPM adalah untuk mengendalikan inflasi. Pasar murah ini menyediakan berbagai bahan pangan, termasuk beras, cabai, dan telur, yang sangat dibutuhkan masyarakat saat terjadi inflasi. Diana menambahkan bahwa kegiatan serupa rutin dilaksanakan, tidak hanya pada saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga saat hari besar keagamaan seperti menjelang bulan Ramadhan. GPM kali ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perum Bulog Kaltimtara, yang menyediakan sejumlah barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan beras. Sementara itu, DPKP Kaltara berkontribusi dengan menyediakan produk pertanian lokal, seperti bawang merah, bawang putih, telur, cabai, tomat, dan beras lokal. Diana juga menegaskan bahwa pasar murah ini berbeda dengan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) karena DPKP menjual produk pertanian lokal langsung kepada masyarakat. Dia mengungkapkan, “Kami mengimplementasikan Peraturan Gubernur Nomor 25 tentang Pengembangan Pangan Lokal, dengan mengangkat produk lokal dari wilayah sekitar.” Dari segi pendanaan, Diana menjelaskan adanya perbedaan sumber anggaran. Pasar murah ini didanai oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui dana dekonsentrasi, sedangkan Disperindagkop menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan subsidi. Proses distribusi yang dilakukan juga berbeda, yang memungkinkan adanya penjualan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. “Dari distributor yang sudah memiliki harga murah, bawang merah kami jual dengan harga Rp23.000 per kilogram, sedangkan di pasar biasanya dijual antara Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Selisih harga tersebut cukup signifikan,” ungkapnya. Ke depan, Diana berharap kegiatan GPM dapat dilaksanakan di berbagai daerah yang lebih terpencil di Kalimantan Utara, seperti di Bhayangkara Tanjung Palas Barat dan Sajau. “Kami ingin bukan hanya masyarakat Tanjung Selor yang merasakan harga murah, tetapi juga warga di daerah pelosok Kaltara. Dengan momen kemerdekaan ini, mari kita manfaatkan pasar murah ini untuk memenuhi kebutuhan kita,” tutupnya. ANTARA