BOGOR –
**Borneonews - Bogor**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, yang terletak di Jawa Barat, mengungkapkan bahwa 78 dari total 1.524 tempat pemungutan suara (TPS) yang ditetapkan untuk Pilkada 2024 berada dalam kategori rawan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh, menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh sebagai hasil kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Dalam keterangannya yang disampaikan pada hari Selasa, ia menekankan pentingnya upaya mitigasi oleh aparat setempat agar proses pemilihan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Hidayatulloh mengatakan, "Setidaknya perlu ada upaya untuk memindahkan lokasi TPS yang berisiko ke tempat yang lebih aman." Ia juga menambahkan bahwa meski bencana adalah hal yang berada di luar kuasa manusia, tetap ada usaha yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap pelaksanaan pemilu. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD, Kecamatan Bogor Barat mencatat jumlah TPS terbanyak yang terletak di daerah rawan bencana, dengan sebanyak 27 TPS. Selain itu, Kecamatan Bogor Utara memiliki 16 TPS, dan Bogor Selatan menyusul dengan 11 TPS. Adapun Bogor Tengah dan Tanah Sareal masing-masing terdapat 9 TPS, sementara di Bogor Timur terdapat 6 TPS. Hidayatulloh juga merinci lebih lanjut mengenai jenis risiko bencana yang dihadapi di lokasi-lokasi tersebut, di antaranya adalah potensi longsor, banjir lintasan, serta angin puting beliung. "Kami berharap agar wilayah dapat melakukan upaya untuk memindahkan lokasi TPS ke area yang lebih tinggi dan aman, terutama jika suatu lokasi diketahui sering dilanda banjir," tambahnya. Lebih lanjut, jika terdapat TPS yang terletak di area yang teridentifikasi rawan angin puting beliung, Hidayatulloh merekomendasikan untuk tidak menggunakan tenda dalam pengaturannya. "Sebaiknya, jika ada ancaman puting beliung, lokasi TPS sebaiknya ditempatkan di bangunan yang kokoh dan dapat menampung petugas," ucapnya, memberikan saran untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat. ANTARA