BORNEONEWS, Sampit - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat akan menggencarkan razia pengemis yang banyak beroperasi di daerah itu mendekati Idul Fitri.


Kepala Satpol PP Kotim Rihel, mengatakan rencana penertiban tersebut menyusul makin mendekatinya momen lebaran yang sering dimanfaatkan pengemis untuk mendapat belas kasihan masyarakat. 


“Mereka biasanya memanfaatkan momentum menjelang lebaran dengan mengharapkan belas kasihan dari orang-orang,” kata dia, saat dihubungi, Minggu (26/6/2016).


Menurutnya, Kotim menjadi sasaran pengemis karena potensi masyarakatnya yang euforia dalam memberikan bantuan berupa sedekah dan sebagainya kepada pengemis.


“Masyarakat Kotim itu dikenal murah hati, dan dalam memberi sedekah tidak ada yang seribu rupiah. Minimal dua ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah,” ucap dia.


Rihel mengatakan, berdasarkan pemantauan anggota Satpol PP dan laporan masyarakat, peningkatan jumlah pengemis sudah terjadi sejak mendekati bulan Ramadan lalu.


Sempat menurun operasinya beberapa hari setelah dilakukannnya penertiban dan menyebar berita diamankannya pengemis kaya bermobil sedan dan memiliki kartu kredit di Sampit awal Ramadan lalu. Namun kini jumlah pengemis kembali meningkat saat mendekati lebaran.


“Saya mendapat laporan biasanya tempat yang banyak pengemisnya seperti di pasar-pasar, dan sekitar tempat ibadah. Mereka tinggal di barak atau penginapan dan beroperasi mulai siang hari,” kata Rihel.


Ia mengemukakan, sebelum melaksanakan razia Satpol PP akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan dinsosnakertrans yang menangani langsung permasalahan tersebut. Sehingga objek razia akan langsung dapat didata dan ditangani. (RIFQI/m)