JAMBI –
**Borneonews - Jambi**, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi saat ini sedang melakukan pendalaman mengenai dugaan eksploitasi anak yang melibatkan anak-anak di bawah umur yang terlibat dalam aktivitas berjualan dan meminta-minta di berbagai persimpangan jalan dalam area kota. Kasatpol PP Jambi, Feriadi, mengungkapkan bahwa fenomena meningkatnya jumlah anak jalanan di wilayah tersebut diduga kuat terkait dengan adanya pihak-pihak yang mengkoordinir mereka. Situasi ini menjadi perhatian serius, terutama karena sebagian besar dari anak-anak tersebut memanfaatkan rasa empati masyarakat untuk mendapatkan belas kasihan. Hal ini sering kali terjadi ketika orang tua mereka mengalami kesulitan dalam melakukan penjualan dan memerlukan bantuan. Menurut Feri, tindakan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut jelas melanggar peraturan yang ada, sebab termasuk dalam kategori eksploitasi. Ia menegaskan bahwa setiap anak seharusnya memiliki hak untuk mengenyam pendidikan dan menikmati waktu bermain. "Eksploitasi seperti ini tidak boleh terjadi. Kita punya tanggung jawab untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak-hak mereka untuk bermain dan belajar,” ujarnya. Jika ditemukan bukti yang cukup mengenai aksi eksploitasi, pihak kepolisian akan mengambil langkah untuk menangani masalah ini, sebab sudah termasuk dalam ranah pidana. Feri menyebutkan bahwa saat ini indikasi adanya beberapa koordinator yang mengatur anak-anak tersebut untuk mencari uang sudah terlihat, dan timnya sedang melakukan penyelidikan di berbagai titik strategis. Sebagai langkah awal, Satpol PP sedang berupaya menertibkan anak-anak jalanan yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta pengguna jalan. Beberapa anak jalanan yang telah terjaring dalam operasi tersebut kini dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Jambi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Fasilitas pembinaan akan diberikan kepada anak-anak tersebut, dengan rencana pengembalian mereka ke daerah asal masing-masing, terutama jika terbukti bukan merupakan warga Kota Jambi. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah maraknya anak jalanan dan mengembalikan mereka ke jalur yang lebih baik. ANTARA