BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau Lebaran masih 10 hari lagi, pembuat kue kering saat ini mulai kebanjiran konsumen. Karena masyarakat saat ini sudah mulai membeli kue kering yang dikemas dalam stoples, sebagai suguhan saat lebaran. 

Seperti yang disampaikan Halimah, 40, warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Madurejo yang berprofesi sebagai pengusaha kue skala rumahan, Minggu (26/6/2016) 

"Saat ini terjadi peningkatan sekitar 10-12 persen dibanding hari-hari biasa. Sejak lima hari ini orderan dari beberapa toko dan perorangan terus meningkat,” ujarnya. 

Menurutnya sebelum Ramadan dan jelang lebaran ini, kue kering yang dititipkan di beberapa toko hanya laku sekitar 10-15 toples setiap minggu.

"Tetapi sejak lima hari terakhir ini meningkat menjadi 20-23 toples. Diperkirakan jumlah tersebut akan semakin meningkat jelang lebaran nanti," jelasnya.

Ia menjelaskan, berkaca pada tahun lalu seminggu jelang lebaran, ia menjual sekitar 100-150 stoples. Semoga tahun ini omzet bisa naik," ujarnya optimistis.

Menurutnya, lantaran sebagian harga bahan baku pembuat kue mengalami kenaikan harga, maka pihaknya juga terpaksa menaikkan harga jual kue kering tersebut. 

“Terdapat berbagai variasi harga jual kue berbagai jenis seperti nastar, kue keju, coklat, lidah kucing dan sebagainya. Harganya tergantung banyaknya kue dalam stoples. Saat ini harga Berkisar antara Rp15 ribu dengan ukuran stoples kecil hingga di atas Rp100 ribu, bila menggunakan stoples dengan ukuran besar. Kenaikan harga jual saat ini berkisar antara Rp3.000 hingga Rp20.000 per stoples," pungkasya. (WAHYU KRIDA/m)