BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan keyakinannya bahwa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (FH-ULM) memiliki potensi besar untuk menjadi lembaga yang melahirkan diplomat-diplomat handal di masa depan. Diplomat-diplomat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap diplomasi politik luar negeri Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menlu Retno dalam sebuah kuliah umum daring dengan tema "10 Tahun Perjalanan Diplomasi Indonesia: Diplomasi Indonesia dan Hukum Internasional", yang diselenggarakan di FH-ULM, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari Selasa. Menurut Retno, saatnya bagi ULM untuk mencetak lebih banyak sumber daya manusia yang terampil dalam bidang diplomasi, dan dia yakin hal tersebut dapat diwujudkan. Menlu Retno juga menekankan pentingnya melahirkan lebih banyak diplomat dari perguruan tinggi, termasuk ULM yang diakui sebagai Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Pulau Kalimantan. Diplomasi politik luar negeri, katanya, memainkan peran yang krusial dalam menjalin hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Ia juga merincikan bahwa tantangan dalam melaksanakan politik luar negeri semakin berat dari tahun ke tahun. Situasi global yang tidak stabil menambah kompleksitas yang harus dihadapi. Retno menegaskan bahwa dampak pandemi COVID-19 masih terasa, sementara persaingan antara negara besar kian meningkat. Fenomena ini menghasilkan tantangan yang lebih sulit untuk diatasi oleh komunitas internasional. Lebih jauh, Menlu mengungkapkan keprihatinan terkait banyaknya negara yang tidak menghormati hukum internasional, yang membuat penghormatan di antara negara-negara menjadi sulit. Dia memberikan contoh bahwa jika semua negara mematuhi hukum internasional, maka hak-hak Palestina seharusnya dapat diakui, dan tidak ada lebih dari 40 ribu jiwa yang kehilangan nyawanya di Gaza dalam sepuluh bulan terakhir. Retno berpesan agar Indonesia tidak mudah terpengaruh untuk mengorbankan nilai-nilai serta prinsip-prinsip hukum internasional demi kepentingan dari negara lain. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, L. Amrih Jinangkung, memberikan materi mengenai "Making & shaping International Norms, The Indonesian way. Diplomasi Kedaulatan dan Diplomasi Ekonomi sebagai Points to Ponder". Dia menyampaikan pentingnya bagi mahasiswa untuk memahami sumber-sumber hukum internasional, perjanjian internasional, asas-asas hukum umum, praktik internasional, serta keputusan pengadilan dan pandangan dari para ahli. Sementara itu, Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi Luar Negeri Kemlu, Syahda Guruh Langkah Samudera, turut menjelaskan mengenai aspek diplomasi ekonomi di tingkat ASEAN, ASEAN Plus, dan dalam konteks bilateral. Pada akhir acara, Dekan FH-ULM, Achmad Faishal, menyatakan bahwa pentingnya mempersiapkan generasi diplomat yang berkompeten dalam bidang diplomasi politik luar negeri harus dimulai dari awal. Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri atas kesempatan yang diberikan kepada FH-ULM untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang diplomasi di Indonesia. ANTARA