BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mengambil langkah signifikan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan primer untuk warganya. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif serta berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Penjabat Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, mengumumkan peluncuran program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) pada hari Selasa. Dalam tahap awal, terdapat lima puskesmas yang ditunjuk untuk menjalankan program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Puskesmas yang terlibat antara lain Puskesmas Kuta Alam, Meuraxa, Banda Raya, Batoh, dan Ulee Kareng. Dalam pernyataannya, Ade Surya menekankan bahwa program ILP merupakan langkah konkret dari Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mewujudkan visi kesehatan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera. Ia menyatakan bahwa penting bagi masyarakat untuk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang menyeluruh, mengingat ILP akan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan esensial, mulai dari *promotive*, *preventive*, *curative*, hingga *rehabilitative*, dalam satu tempat. Ade menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, melalui ILP, setiap warga Banda Aceh dapat hidup dengan sehat dan lebih produktif. Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terletak pada seremoni peluncuran, melainkan pada pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya di lapangan. Ia mencatat bahwa Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) akan menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan masalah stunting di wilayah tersebut. Ade Surya juga menegaskan komitmennya beserta Pemkot Banda Aceh untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan program ILP. Hal ini mencakup dukungan penuh terhadap kegiatan yang berkaitan dengan ILP, serta evaluasi dan perbaikan secara berkala agar program ini dapat berjalan efektif dan efisien. Namun, ia juga menegaskan bahwa kesuksesan program ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan. “Oleh karena itu, saya mengajak semua anggota masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan ini secara maksimal,” ujarnya. ANTARA