PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menempatkan perhatian khusus pada potensi pengembangan wisata sampan di sepanjang Sungai Siak. Lokasi spesifiknya terdapat di kawasan Pengambang, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Inisiatif ini diambil melalui Fuel Terminal (FT) Sei Siak, Provinsi Riau. Area Manager Comm, Rel & CSR dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal. Melalui kegiatan ini, mereka berusaha untuk berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi yang berkelanjutan di Pekanbaru. Satria menekankan bahwa pengembangan wisata sampan termasuk dalam Program Integrasi Wisata yang diharapkan dapat menggabungkan empat objek wisata menjadi satu paket yang menarik bagi wisatawan. Keempat objek wisata yang direncanakan adalah Ekowisata Pulau Semut, Duranch, Danau Buatan, dan Taman Bunga Okura. Untuk mewujudkan tujuan ini, pihak Pertamina akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas lokal, dan masyarakat. "Dampak dari program integrasi ini diperkirakan dapat menjangkau hingga 50 penerima manfaat dari empat kelompok wisata yang berbeda," tambah Satria. Melihat langkah Pertamina, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi perusahaan dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia menyatakan harapan agar Kawasan Wisata Pulau Semut bisa menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata di kota ini. "Insha Allah, melalui kolaborasi dari semua pihak, kita dapat mewujudkan potensi ini. Kami juga berharap PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan dan keberlanjutan dari program ini berdasarkan hasil diskusi kelompok, atau *focus group discussion* (FGD)," ungkap Ingot. Salah satu pengelola Ekowisata Pulau Semut, Eddyanto, juga menggambarkan harapannya bahwa Program Integrasi Wisata ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau *Sustainable Development Goals* (SDGs). Fokus khusus akan diletakkan pada pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan yang layak, serta pertumbuhan ekonomi melalui lebih banyak kegiatan wisata berbasis sampan. ANTARA