**Borneonews - Manado**, Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa dalam periode 8 hingga 15 Agustus 2024, Gunung Awu yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mengalami total 220 gempa vulkanik dangkal. Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, P. Hadi Wijaya.
Menurut informasi resmi yang diperoleh dari Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Juliana DJ Rumambi, terdapat pula 28 kejadian gempa vulkanik dalam, lima kejadian gempa tektonik lokal, dan 177 kejadian gempa tektonik yang berasal dari jauh. Keberagaman kegempaan ini menunjukkan karakteristik aktivitas vulkanik yang kompleks dari Gunung Awu.
Dari segi energi, analisis yang dilakukan menggunakan *Real Time Seismic Amplitude Measurement* (RSAM) menunjukkan adanya fluktuasi dalam nilai rata-rata amplitudo gempa. Dalam grafik yang dianalisis, terlihat peningkatan energi yang cukup signifikan pada periode Januari hingga April 2024. Namun, sejak 8 Mei 2024, tingkat energi yang direkam mencapai stabilitas yang hampir mirip dengan kondisi pada tahun sebelumnya, yaitu 2023.
Meskipun grafik RSAM mengalami peningkatan kembali antara 14 hingga 22 Juni 2024, setelah itu, mulai 23 Juni 2024, grafik mengalami penurunan. Pada periode 8 hingga 15 Agustus 2024, grafik tersebut kembali menunjukkan fluktuasi dengan cenderung meningkat. Hal ini mencerminkan adanya peningkatan energi yang terukur di stasiun puncak, meskipun peningkatan tersebut berlangsung tidak terus-menerus. Rata-rata kejadian gempa vulkanik dangkal dalam periode ini tercatat meningkat menjadi 27 kejadian per hari.
Selain itu, pemantauan deformasi permukaan gunung dilakukan melalui dua stasiun tiltmeter yang terletak di Stasiun Kolongan dan Stasiun Puncak. Pengamatan di Stasiun Kolongan menunjukkan pola deflasi atau penurunan tekanan, sedangkan Stasiun Puncak menunjukkan pola inflasi pada sumbu radial yang mengarah ke kawah. Namun, pada sumbu tangensial, terjadi penurunan.
Saat ini, Badan Geologi menetapkan status siaga level III untuk Gunung Awu. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar diimbau untuk mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
ANTARA
Aktivitas Gempa Gunung Awu, 220 Kejadian Dalam Seminggu
Bagikan:

MANADO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






