PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Pemerintah Kota Pekanbaru, yang terletak di Provinsi Riau, mengumumkan bahwa mereka telah melakukan proses pencairan beasiswa bagi 498 mahasiswa yang memiliki prestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Proses pencairan tersebut dilakukan dengan menyalurkan dana ke rekening masing-masing penerima. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakot Pekanbaru, Tri Sepna Saputra, menyatakan bahwa beasiswa dari Pemkot Pekanbaru sudah berhasil dicairkan pada hari Jumat, tanggal 16 Agustus. Dari laporan yang diterima, semua dana telah berhasil ditransfer ke rekening para penerima beasiswa. Dari 498 mahasiswa yang menerima bantuan tersebut, terdiri dari yang menempuh pendidikan Diploma 3 dan Strata 1, semua mahasiswa itu berasal dari Kota Pekanbaru. Untuk kategori Diploma 3, jumlah mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu adalah 16 orang. Sementara itu, dua orang mahasiswa D3 berhasil meraih beasiswa karena prestasinya dalam bidang non-akademik, dan 57 orang lainnya termasuk dalam kategori prestasi akademik. Dalam hal mahasiswa Strata 1, terdapat 101 orang penerima dari kategori keluarga kurang mampu, 35 orang dari kategori prestasi non-akademik, dan 287 orang dari kategori prestasi akademik. Tri Sepna Saputra juga menjelaskan bahwa mahasiswa D3 akan menerima beasiswa sebesar Rp3 juta, sedangkan mahasiswa S1 mendapatkan bantuan sebesar Rp4 juta. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat tersebut menambahkan bahwa peminat untuk program beasiswa ini cukup signifikan. Hingga saat ini, setidaknya terdapat sekitar 2.000 mahasiswa yang telah mendaftar untuk mendapatkan bantuan beasiswa ini. Beasiswa yang diberikan dialokasikan untuk mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk Kota Pekanbaru. Program ini juga berlaku untuk mahasiswa asal Pekanbaru yang sedang menempuh pendidikan di luar kota. Dalam anggaran tahun 2024, Pemkot Pekanbaru kembali mengalokasikan dana sebesar Rp1,9 miliar untuk program bantuan beasiswa. Sebelumnya, bantuan beasiswa sempat terhenti selama beberapa tahun, namun mulai tahun 2023, program tersebut kembali dilaksanakan untuk mendukung pendidikan mahasiswa di daerah tersebut. ANTARA