KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo, NTT**, Masyarakat yang tinggal di pesisir Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, secara resmi menyatakan sikap melawan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Deklarasi ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol Richard Nainggolan, dijelaskan bahwa langkah ini merupakan penegasan tekad serta komitmen dari elemen masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Komitmen tersebut dikhususkan untuk masyarakat pesisir yang bertekad menjaga serta melindungi bangsa dan negara dari berbagai bentuk ancaman terkait kejahatan narkoba. Setelah deklarasi, dilaksanakan juga penandatanganan perjanjian kerja sama terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dalam proses ini, BNN diharapkan dapat terus menyuarakan propaganda yang menentang narasi-narasi yang disebarkan oleh sindikat narkoba. Hal ini sangat penting karena banyak masyarakat yang menjadi korban dari bujuk rayu sindikat tersebut, sehingga terjerumus dalam penyalahgunaan dan peran sebagai kurir narkoba. Penyalahgunaan narkoba dianggap mampu meruntuhkan nilai-nilai moral dan etika yang merupakan fondasi dari pola kehidupan sosial masyarakat. "Penting untuk disadari bahwa kejahatan narkoba merupakan ancaman besar terhadap kemanusiaan dan peradaban," ujar Nainggolan. Menurut data yang disampaikan, jumlah kasus narkoba di wilayah NTT menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai Barat menempati peringkat tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sindikat narkoba telah mulai menyusup dan memperluas jangkauannya di NTT, khususnya di daerah Manggarai Barat. Ia menambahkan, kondisi pembangunan di Manggarai Barat terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada tahun 2023, sektor perekonomian daerah tercatat tumbuh sebesar 4,77 persen, menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi NTT. Sektor pariwisata berperan penting dalam pertumbuhan ini, namun juga mengundang perhatian dari sindikat narkoba yang memandang daerah yang sedang berkembang sebagai peluang untuk memperluas jaringan distribusi. Kedatangan wisatawan memang memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal. Namun, hal ini juga bisa menimbulkan masalah baru, seperti yang terjadi di Bali, di mana beberapa kasus narkoba melibatkan warga negara asing, baik sebagai produsen maupun bandar. Nainggolan menekankan bahwa situasi serupa tidak boleh terjadi di Labuan Bajo, Manggarai Barat. ANTARA