JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan melakukan pemasangan 50 sensor kualitas udara di sejumlah lokasi, termasuk area operasional bank tersebut. Kerjasama ini dilakukan dengan perusahaan rintisan (*startup*) bernama NAFAS. Inisiatif ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana hibah yang diberikan oleh DBS kepada NAFAS melalui program DBS Foundation Business for Impact Grant Award 2023. Hal ini diungkapkan oleh Mona Monika, Kepala Grup Pemasaran Strategis dan Komunikasi PT Bank DBS Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta. Kemitraan strategis ini mencerminkan dedikasi Bank DBS dalam mendukung misi NAFAS yang bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kualitas udara dari berbagai lokasi. "Kolaborasi dengan NAFAS sangat sejalan dengan konsepsi *spark* yang diusung oleh Bank DBS Indonesia, untuk memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Kerja sama ini juga merupakan bagian dari upaya keberlanjutan kami yang mencakup pilar ketiga, yakni *impact beyond banking*," jelasnya. Menurut data yang dihimpun NAFAS untuk periode Januari hingga Juni 2024, kualitas udara di DKI Jakarta menunjukkan rata-rata konsentrasi partikel halus atau PM2,5 sebesar 34 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta tujuh kali lebih buruk dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 5 mikrogram per meter kubik per tahun. Pengukuran kualitas udara ini menggunakan skala yang direkomendasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (US EPA), yang mengambil data dari lebih dari 100 sensor yang telah dipasang oleh NAFAS di wilayah Jabodetabek. Nathan Roestandy, Co-founder dan CEO NAFAS Indonesia, menyatakan bahwa hadirnya alat pengukur udara yang lebih komprehensif dan dalam waktu nyata (*real-time*) di berbagai lokasi adalah salah satu cara untuk menangani masalah kualitas udara yang semakin mendesak. "Dengan alat pengukur kualitas udara yang baru, kami yakin mampu memberikan gambaran lebih lengkap tentang kondisi udara di berbagai lokasi, sehingga pemerintah atau instansi terkait dapat merumuskan kebijakan atau strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah ini," ungkap Nathan. Sensor yang dipasangkan oleh NAFAS mampu mendeteksi partikel halus, gas, temperature, dan kelembapan. Alat ini dapat mengambil sampel hingga 20 kali setiap menit, sebelum diproses dan dikalibrasi. Data yang diperoleh kemudian ditampilkan di aplikasi NAFAS dan diperbaharui setiap 10 hingga 20 menit. Di sisi lain, Melfrida Gultom, Direktur Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, menegaskan komitmen bank untuk selalu menerapkan kebijakan operasional yang ramah lingkungan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengganti lampu di seluruh kantor cabang di Jakarta dengan lampu LED yang lebih efisien energi sejak tahun 2023. Selain itu, Bank DBS Indonesia juga mengadopsi penggunaan energi terbarukan dengan memasang panel surya di beberapa cabang, serta berupaya mengurangi penggunaan kertas dengan mendorong nasabah untuk beralih ke *e-statement*. Hingga Juli 2024, tercatat 91 persen nasabah ritel sudah menggunakan layanan tersebut. "Melalui langkah-langkah tersebut, Bank DBS Indonesia telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 322 metrik ton dalam satu tahun dan menurunkan konsumsi energi sebesar 62 persen sepanjang tahun 2023," tambah Melfrida. Terkait dengan program hibah yang telah diterima NAFAS tahun lalu, DBS melalui DBS Foundation kini kembali membuka kesempatan bagi bisnis yang memiliki dampak sosial untuk berpartisipasi dalam DBS Foundation Grant 2024. Pelaku bisnis yang terpilih akan memiliki peluang untuk mendapatkan dana hibah hingga 250 ribu dolar Singapura. DBS Foundation juga akan memberikan dukungan kepada para penerima hibah melalui pengembangan kapasitas, *mentoring*, penyediaan solusi perbankan yang menguntungkan, serta bentuk dukungan lainnya. Di samping itu, wirausaha sosial terpilih dapat terhubung dengan komunitas Impact Makers DBS Foundation yang terus berkembang, untuk berbagi ide dan mengeksplorasi berbagai sinergi. ANTARA