SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berinisiatif mendukung lembaga pendidikan, termasuk sekolah, yang memiliki rencana untuk mengubah lahan kritis menjadi kawasan pertanian terpadu. Langkah ini dianggap krusial guna mengatasi masalah lahan kritis yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan batu bara. Dalam sebuah pernyataan, Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengungkapkan pentingnya kegiatan tersebut di Samarinda. Dia mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat untuk menjalin komunikasi antara pemilik lahan tambang dengan masyarakat setempat dan instansi pendidikan. Akmal menekankan bahwa warga sekitar, termasuk siswa-siswa dari sekolah menengah kejuruan, dapat terlibat langsung dalam pengelolaan lahan tersebut. Dia menyatakan, Pemprov Kaltim siap memberikan dukungan berupa bibit dan pendampingan melalui instansi teknis terkait, serta membantu dalam proses pemasarannya setelah panen. "Gagasan membangun pertanian di lahan bekas tambang memerlukan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak," tegasnya. Sebagai bentuk dukungan, Akmal Malik turut menghadiri acara panen perdana melon *Golden* di lahan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Agro Bara, yang dikelola oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim. Lahan P4S Agro Bara berlokasi di Jalan Bukit Seribu, Sungai Siring, dalam wilayah Kecamatan Samarinda Utara, dan merupakan lahan yang dulunya digunakan untuk kegiatan penambangan batu bara. Setelah panen, Akmal Malik memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut, yang menunjukkan pemanfaatan lahan eks tambang untuk pengembangan pertanian terpadu. "Di lahan ini, kami menemukan keberagaman produk seperti pakan ternak, tanaman melon, serta peternakan kambing dan sapi. Semua kegiatan ini dilakukan di atas lahan bekas tambang seluas 14 hektare milik Ibu Rosmelati, meskipun pemilik tanah sebenarnya bukan merupakan perusahaan tambang,” jelas Akmal Malik. Dia menambahkan bahwa inisiatif pertanian yang dilakukan oleh Rosmelati bersama P4S Agro Bara diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam upaya optimalisasi lahan kritis supaya dapat berfungsi sebagai lahan yang bernilai ekonomis. ANTARA