**Borneonews - Surabaya**, Pemerintah Kota Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, tengah mengembangkan inisiatif transportasi air sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di wilayah tersebut. Dalam sebuah keterangannya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa rencana ini bertujuan untuk mengurangi dampak dari kemacetan dan sekaligus mendukung peningkatan sektor pariwisata dan logistik.
Eri Cahyadi menekankan pentingnya memanfaatkan fungsi dari Sungai Kalimas dalam menciptakan transportasi air yang berkelanjutan. Menurutnya, sebagai kota yang memiliki karakter maritim, Surabaya seharusnya dapat memanfaatkan sumber daya air sebagai sarana transportasi yang efektif.
Wali Kota juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya mengenai pengembangan *taksi air*. Dukungan dari Lantamal V Surabaya terhadap proyek ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan ide tersebut. "Kita berencana memulai rute dari Gunungsari sampai Petekan. Kami akan membangun *hub* di lokasi tersebut dan mengembangkan model *feeder* untuk konektivitas," jelasnya.
Guna menyukseskan program taksi air ini, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya akan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan penyedia kapal untuk memastikan ketersediaan perahu yang sesuai dengan kebutuhan. "Saya yakinkan bahwa taksi air ini akan beroperasi tepat waktu, karena tidak ada kendala yang berarti," tuturnya lebih lanjut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menambahkan bahwa Kota Pahlawan ini memiliki jaringan sungai yang luas, menjangkau hingga daerah pedalaman. Dalam sejarahnya, jaringan ini digunakan sebagai sarana transportasi untuk mobilitas masyarakat dan barang, khususnya melalui Sungai Kalimas yang merupakan arteri utama bagi pengangkutan.
Irvan menjelaskan, Sungai Kalimas yang merupakan cabang dari Sungai Brantas, tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi pertama di Surabaya serta sebagai sumber pasokan air bagi penduduk. Dengan adanya jaringan sungai ini, Surabaya memiliki alternatif lain untuk sistem transportasi yang tidak terfokus pada jalan darat.
Dia mengingatkan bahwa potensi sungai sebagai jalur transportasi saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya merencanakan pengembangan transportasi air sebagai solusi alternatif untuk kemacetan lalu lintas yang terjadi.
Lebih lanjut, Irvan menjelaskan bahwa pengembangan transportasi perairan telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No. 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah serta Perda No. 8 Tahun 2018 mengenai Rencana Detail Tata Ruang, yang semuanya terintegrasi dengan konsep wisata transportasi air.
Ia juga menyoroti bahwa terdapat empat jaringan sungai di Surabaya yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai transportasi perairan, yaitu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimas, DAS Jagir, DAS Greges, dan DAS Branjangan. DAS Kalimas dan Jagir direncanakan untuk layanan transportasi di area perkantoran, pemukiman, dan pariwisata, sementara DAS Greges dan Branjangan akan difokuskan untuk pengembangan kawasan logistik dan pergudangan," paparnya.
ANTARA
Surabaya Kembangkan Transportasi Air untuk Atasi Kemacetan Lalu Lintas
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Komentar (0)
Memuat komentar…







