**Borneonews - Jakarta**, Hasil penelitian mengenai *Financial Fitness Index* (FFI) untuk tahun 2024 yang dilakukan oleh Bank OCBC Indonesia menunjukkan bahwa skor kesehatan finansial negara ini tetap stabil pada angka 41.25. Angka ini mencerminkan upaya masyarakat Indonesia, termasuk generasi muda, dalam mempertahankan kondisi finansial mereka di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Amir Widjaya, selaku Executive Director Marketing & Lifestyle Business OCBC, menyatakan bahwa ada peningkatan signifikan dalam kesehatan finansial, terutama di kalangan individu dengan penghasilan berkisar antara 5-15 juta. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran mengenai penyimpanan dana darurat yang semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Data menunjukkan bahwa jumlah generasi muda yang memiliki dana darurat kini mencapai 25 persen, meningkat dari sebelumnya yang hanya 17 persen. Hal ini mencerminkan adanya transformasi positif dalam sikap dan cara berpikir mereka terhadap pengelolaan keuangan.
Selanjutnya, FFI 2024 mencatat bahwa 80 persen anak muda mengakui bahwa mereka membelanjakan uang untuk menyesuaikan diri dengan pola hidup teman-teman mereka, angka ini meningkat dibandingkan dengan 73 persen pada tahun lalu. Fenomena ini mencerminkan masih adanya tekanan sosial, yaitu *Fear of Missing Out* atau FOMO, yang mendorong generasi muda untuk mengeluarkan uang secara tidak bijak. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk meningkatkan literasi keuangan agar dapat membuat keputusan finansial yang lebih baik.
Inggit Primadevi, Director Consumer Insights di NielsenIQ Indonesia, mengemukakan bahwa anak muda di Indonesia sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam perilaku keuangan. Banyak di antara mereka yang kini memiliki catatan keuangan yang baik dan dana darurat. Ia mencatat bahwa di antara mereka yang aktif mencatat keuangan, 41 persen memiliki dana darurat yang setara dengan enam bulan gaji, naik sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, di kalangan generasi muda yang belum memiliki kebiasaan mencatat keuangan, hanya 21 persen yang memiliki dana darurat.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa kesadaran literasi keuangan tidak hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga penerapan praktik yang baik, termasuk memiliki dana darurat dan kebiasaan mencatat pengeluaran keuangan.
Temuan lain yang menarik dari FFI 2024 adalah bahwa sekitar 39 persen anak muda memiliki tujuan menabung untuk mendanai gaya hidup yang mereka inginkan. Kategori gaya hidup ini mencakup pembelian barang-barang mewah, kegiatan hobi yang mahal, serta liburan. Di sisi lain, terdapat kelompok anak muda yang menabung untuk tujuan yang lebih produktif, seperti investasi, modal usaha, dan perlindungan finansial. Mereka yang berfokus pada tujuan ini cenderung lebih sehat secara finansial.
Penelitian mengenai FFI 2024 dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2024 dengan melibatkan 1.241 responden berusia 25 hingga 35 tahun dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.
ANTARA
Kesadaran Finansial Generasi Muda Meningkat, Dana Darurat Naik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







