BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran saat ini mulai masuk musim kemarau, kebakaran lahan di beberapa tempat mulai terjadi. Bahkan di Pangkalan Bun Kotawaringin barat (Kobar) kamis dan Jumat (23-24/6/2016) kebakaran lahan ditemukan di jalan Pangkalan Bun Kotawaringin Lama (Kolam).
Kepala Manggala Agni Daops III Pangkalan Bun Binsar Oktavianus Togatorop Minggu (26/6/2016) menjelaskan, untuk itulah Menteri Kehutanan Siti Nurbaya memerintahkan jajarannya dari pusat hingga daerah untuk bersiaga, mengantisipasi terjadinya karhutla.
"Karena di Sumatera dan Kalimantan Barat, hotspot sudah mulai bermunculan. Di Pangkalan Bun juga sekitar Kamis dan Jumat minggu lalu terjadi kebakaran lahan di Km 21 Jalan Pangkalan Bun - Kolam," jelasnya.
Walaupun kala kebakarannya masih kecil dan masih bisa dengan cepat dipadamkan, diduga kebakaran tersebut terjadi lantaran disengaja.
"Melihat kondisi cuaca saat ini, meskipun musim kemarau, namun masih sering turun hujan atau yang dikenal dengan nama kemarau basah. Sehingga kondisi rumput yang terdapat di lahan, tidak terlalu kering. Bila di asumsikan kebakaran lahan di sebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan, maka rasanya akan sangat sulit terjadi lantaran kondisi rumput yang basah," jelasnya.
Agar kondisi karhutla yang menyebabkan kabut asap tidak terulang lagi, Binsar mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada tim gabungan bila mengetahui adanya karhutla dilingkungan tempat tinggalnya.
"Silakan menghubungi satu dari beberapa instansi yang tergabung dalam tim penangulangan karhutla, agar laporan tersebut bisa ditindaklanjuti dengan cepat. Karena tim ini terdiri dari TNI, Polri, manggala Agi Daops III Pangkalan Bun dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar serta BKSDA seksi Konservasi Wilayah II Bangkalan Bun," jelasnya. (WAHYU KRIDA/m)








