JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil, mengemukakan ide mengenai satu kecamatan satu arsitek sebagai inisiatif untuk menangani masalah kawasan kumuh di Jakarta. Dalam acara yang berlangsung di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa lalu, Ridwan mengungkapkan, “Saya memiliki gagasan satu kecamatan satu arsitek, sehingga keindahan kota tidak hanya terpaku pada area Sudirman-Thamrin.” Pernyataan tersebut dilontarkan dalam rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Ruang Muda dengan tema "Harapan Anak Muda untuk Pemerintahan Baru". Ridwan Kamil menjelaskan bahwa jika terpilih sebagai gubernur, ia berniat untuk melibatkan arsitek profesional dari berbagai lembaga untuk bekerja di masing-masing kecamatan. Para arsitek tersebut nantinya akan diberi tugas untuk menata dan memperbaiki kawasan kumuh, termasuk dalam hal penataan trotoar yang memadai. Selama periode kepemimpinannya, Ridwan berharap dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah kawasan kumuh di Jakarta, sehingga dalam lima tahun ke depan, kondisi tersebut dapat diperbaiki secara signifikan. Ridwan menekankan pentingnya desentralisasi dalam menyelesaikan masalah perkotaan. “Jangan semua hal diserahkan kepada gubernur, karena dalam visi saya, kita perlu mendesentralisasikan tanggung jawab ini,” ujarnya. Ia melihat bahwa memberikan tanggung jawab kepada satu arsitek per kecamatan adalah sebuah inovasi yang dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil juga meminta agar ia dipanggil “Bang Emil” demi menyesuaikan diri dengan karakter masyarakat Jakarta menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Ia didukung oleh 12 partai politik yang secara resmi menandatangani piagam dukungan untuk mengusung Ridwan Kamil dan Suswono sebagai pasangan calon dalam pemilihan mendatang. Partai-partai tersebut meliputi Partai Gerindra, Golkar, Keadilan Sejahtera, NasDem, Kebangkitan Bangsa, Solidaritas Indonesia, Demokrat, Amanat Nasional, Garuda, Gelora, Perindo, dan Persatuan Pembangunan. Mereka menyatakan bahwa ke-12 partai ini bernaung dalam Koalisi Jakarta Baru untuk Jakarta Maju. Dalam deklarasi tersebut, Ridwan Kamil juga menyiapkan rencana teknis untuk menghadapi tantangan seperti banjir dan polusi udara. Dia menjanjikan bahwa jika terpilih, ia akan mencari solusi untuk berbagai masalah yang membelenggu Jakarta, termasuk isu-isu terkait polusi, stres di kalangan pekerja akibat mobilitas yang tidak efisien, serta masalah jarak antara rumah dan tempat kerja. ANTARA