**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru saja menerima penghargaan dalam kategori Program Inovatif dan Berkelanjutan pada Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) dalam ajang RAN PE Awards 2024. Acara ini berlangsung pada Selasa dan penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang mewakili Wakil Presiden Ma'ruf Amin, kepada Staf Ahli Bidang Regulasi, Nur Syarifah.
Nur Syarifah menyampaikan bahwa Kemendikbudristek telah menunjukkan komitmen dan partisipasi yang aktif dalam pelaksanaan RAN PE sejak tahun 2021. Komitmen ini bertujuan untuk mengintensifkan upaya pencegahan terhadap ekstremisme kekerasan yang berpotensi mengarah kepada terorisme, melalui perencanaan serta pelaksanaan berbagai program dan kegiatan kementerian.
Dalam sambutannya, ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berkolaborasi dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan RAN PE ini. "Mewakili pimpinan dan seluruh jajaran Kemendikbudristek, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan bersyukur atas pencapaian ini yang merupakan hasil dari kerja keras bersama. Harapan kami, penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan Kemendikbudristek," ujarnya.
Merujuk kepada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021, terdapat tiga pilar utama dalam implementasi RAN PE. Pilar pertama berfokus pada Pencegahan, yang mencakup kesiap-siagaan, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi. Pilar kedua menitikberatkan pada penegakan hukum, perlindungan saksi dan korban, dan penguatan kerangka legislasi nasional. Sedangkan pilar ketiga berkaitan dengan kemitraan hukum dan perlindungan saksi dan korban.
Dalam rangka melaksanakan Rencana Aksi Kemendikbudristek pada RAN PE tahun 2024, Nur Syarifah mengungkapkan bahwa terdapat lima program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di bawah Pilar 1, serta satu program di bawah Pilar 2. Beberapa inisiatif yang direncanakan terkait dengan Pilar 1 antara lain adalah kegiatan *training of trainer* (ToT) untuk dosen mengenai pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan serta pelatihan dalam metode pengajaran dengan pendekatan berpikir kritis. Selain itu, pelatihan serupa juga akan dilakukan untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah.
Sebagai informasi penting, RAN PE merupakan serangkaian kegiatan terencana dan sistematis yang dirancang untuk mencegah serta menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengarah kepada terorisme. RAN PE juga berfungsi sebagai pedoman bagi Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap ekstremisme semacam itu.
ANTARA
Kemendikbudristek Raih Penghargaan RAN PE untuk Program Inovatif
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







