JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengharapkan adanya percepatan dalam penyelesaian Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan atau yang dikenal dengan sebutan *RUU EBET*. Permintaan tersebut dia sampaikan kepada seluruh jajarannya guna menanggulangi berbagai tantangan yang ada di sektor energi. "Baru saja saya mengarahkan pada rapat pimpinan, bahwa penyelesaian RUU EBET ini harus menjadi prioritas dan segera dituntaskan," ungkap Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, setelah mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Bahlil di Jakarta. Eniya menyebutkan bahwa saat ini, RUU EBET belum terjadwalkan untuk dibahas kembali dalam sidang. Menteri Bahlil pun meminta untuk mempercepat proses ini agar dapat segera melanjutkan ke tahap berikutnya. Selama rapat pimpinan tersebut, yang berlangsung pada hari pertama Menteri Bahlil kembali bertugas, para pejabat Kementerian ESDM, dari level direktur jenderal hingga eselon 2, hadir secara langsung. Namun, hingga rapat selesai, Bahlil tidak memberikan kesempatan kepada wartawan yang sudah menunggu sejak pagi hingga sore hari untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait hasil rapat. Sebelumnya, Bahlil menegaskan komitmennya untuk fokus pada penanganan berbagai isu yang ada di bidang energi, termasuk peningkatan lifting minyak yang dianggap sangat penting di sisa masa tugasnya yang kini hanya tinggal dua bulan hingga Oktober 2024. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri ESDM pada Kabinet Indonesia Maju. Ia menambahkan bahwa peningkatan lifting minyak merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo serta presiden terpilih Prabowo Subianto. Selain itu, Bahlil juga menggarisbawahi pentingnya mengurangi ketergantungan pada impor gas yang dinilai terlalu tinggi serta menekankan perlunya pembangunan hilirisasi gas LPG sesuai arahan presiden yang ada. Menyadari waktu yang sangat terbatas, Bahlil meminta kepada seluruh direktur jenderal untuk meningkatkan kinerja dan bekerja lebih efektif agar berbagai target dapat tercapai sebelum masa tugasnya berakhir. ANTARA